Hari Ini Anand Khrisna Jalani Pemeriksaan

Kompas.com - 05/04/2010, 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru spiritual dan motivator Anand Khrisna bakal menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (5/4/2010). Jika hadir, Anand akan diperiksa untuk pertama kalinya di Unit PPA Polda Metro Jaya mulai pukul 09.00.

Pemanggilan pemeriksaan itu merupakan yang kedua kalinya bagi pria keturunan India ini. Sebelumnya, pada pemanggilan pertama pekan lalu, Anand tidak hadir dengan alasan sakit. Anand ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual yang dilaporkan oleh mantan muridnya, Tara Pradibta Laksmi.

Kuasa hukum Anand, Darwin Aritonang, memastikan, kali ini kliennya bakal memenuhi pemanggilan polisi. "Pasti dong, datang," kata Darwin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/4/2010) malam.

Ia mengatakan telah menerima surat pemanggilan dari polisi. Dalam surat tersebut, Anand dijadwalkan diperiksa mulai pukul 09.00. Sementara Ketua Yayasan Anand Ashram, Maya Safira, dijadwalkan akan diperiksa pada Selasa besok.

Seperti diketahui, Anand menyatakan tidak bisa mengikuti pemeriksaan polisi pada pekan lalu karena menderita diabetes dan sakit darah tinggi. Anand, melalui kuasa hukumnya, meminta penundaan untuk pemeriksaannya selama satu minggu. Selain Anand, Maya Safira juga tidak hadir dengan alasan yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau