Keranjingan Cola, Sperma Bisa Rusak?

Kompas.com - 05/04/2010, 09:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Bagi Anda yang keranjingan minuman cola atau softdrink, sebaiknya berpikir ulang. Riset terbaru ilmuwan dari Denmark menyatakan, konsumsi minuman cola hingga 1 liter setiap hari dapat merusak kualitas sperma.

Seperti yang dimuat  American Journal of Epidemiology, pria peminum softdrink memiliki jumlah sperma yang rendah. Bila dirata-ratakan, jumlah sel sperma para pria ini hampir 30 persen lebih rendah ketimbang pria yang tidak meminum cola.

Meski hitungan sperma ini masih dipertimbangkan sebagai batas normal oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pria yang jumlah spermanya sedikit berisiko besar mengalami kemandulan atau infertil.

Para peneliti menyatakan, ditemukannya hubungan cola dengan rendahnya kualitas sperma bukan disebabkan oleh kafein. Menurut mereka, kopi tidak menunjukkan efek yang sama walaupun kandungan kefeinnya lebih tinggi. Zat lain yang terkandung dalam minuman atau gaya hidup yang tidak sehat lainnya bisa jadi merupakan penyebabnya.

Kold Jensen, yang memimpin riset ini, mengatakan, sejauh ini penelitian yang mengungkap dampak kafein terhadap kesehatan reproduksi pria masih sangat sedikit. Penelitian-penelitian sebelumnya hanya melibatkan partisipan dari kelompok tertentu, seperti pria mandul. Hasil risetnya pun masih menjadi perdebatan.

Jensen menggelar riset ini dilatarbelakangi meningkatnya konsumsi minuman softdrink mengandung kafein di kalangan warga Denmark dalam satu dekade terakhir. Mereka ingin meneliti sejauh mana pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi.

Lebih dari 2.500 pria muda dilibatkan dalam riset ini. Mereka yang tidak meminum cola memiliki kualitas sperma lebih baik—rata-rata 50 juta sperma per mililiter semen—dan cenderung memiliki gaya hidup yang lebih sehat.

Sementara itu, sebanyak 93 pria yang meminum lebih dari 1 liter per hari hanya memiliki 35 juta  sperma per mililiter semen.  Mereka juga punya gaya hidup yang buruk. Lebih sering menyantap makanan siap saji, sedikit konsumsi buah dan sayuran.

Asupan kafein dari sumber lain, seperti kopi atau teh, juga ditelusuri dalam riset ini. Namun, kaitannya dengan penurunan kualitas sperma tidak terlalu kentara.

Masih belum jelas apakah minuman cola, gaya hidup, atau kombinasi keduanya, menjadi penyebab rendahnya kualitas sperma. Jensen dan timnya mengakui bahwa perlu ada studi lanjutan untuk membuktikannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau