SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Komisi A DPRD Surabaya Armudji meminta pedagang melawan penggusuran. Namun, itu hanya dilakukan bila penggusuran dilakukan sebelum Komisi A bertemu Pemerintah Kota Surabaya.
Armudji mengatakan, pihaknya akan memanggil pemerintah dulu. Dalam pemanggilan itu akan ditanyakan rencana penggusuran Pasar Keputran, Pasar Koblen, dan Pasar Peneleh. "Kalau sebelum pertemuan ada penggusuran, lawan saja," ujarnya saat menemui perwakilan pedagang yang berunjuk rasa di DPRD Surabaya, Senin (5/4/2010).
Seperti diberitakan, ratusan pedagang dari tiga pasar yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar se-Surabaya (PPPS) berunjuk rasa di Gedung DPRD Surabaya, Senin. Mereka menolak rencana penggusuran pekan depan. Pedagang tiga pasar itu rencananya akan direlokasi ke Pasar Induk Oso Wilangon paling lambat 14 April 2010.
Mereka menolak pindah dari pasar sekarang yang terletak di pusat kota ke pasar baru yang terletak di pinggiran Surabaya. Selain itu, kios di pasar baru lebih sedikit dari jumlah pedagang. Di Pasar Induk Oso Wilangun, hanya tersedia 1.300 kios. Sementara di Keputran ada 2.000 pedagang. "Ke mana sisa pedagang lain akan berusaha. Kalau jualan di kaki lima lagi di pasar itu, buat apa kami pindah," ujar koordinator pengunjuk rasa, Edi Parli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang