Tak Ada Keterlibatan Ormas dalam Kericuhan Blowfish

Kompas.com - 05/04/2010, 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi membantah dugaan adanya keterlibatan organisasi masyarakat atau ormas tertentu dalam insiden kericuhan yang terjadi di kelab malam Blowfish, City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/4/2010) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, aksi kericuhan ini hanya masalah cekcok sekelompok pemuda yang tidak mendapatkan tempat duduk dan meja di dalam Blowfish.

"Tidak ada keterlibatan ormas. Ini hanya kelompok pemuda-pemuda biasa. Oknum saja," kata Boy Rafli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/4/2010).

Dia mengatakan, kericuhan berawal dari kelompok pemuda yang tidak mendapat tempat duduk dan meja saat berkunjung ke Blowfish sehari sebelumnya. Sempat terjadi percekcokan dan sempat ada yang kena pukul saat itu.

"Keesokan harinya kelompok pemuda ini datang lagi, mau menyelesaikan masalah dan musyawarah," ujarnya.

Namun, ungkap Boy, kedatangan kali kedua itu justru berujung bentrokan dan penusukan. Pada saat kejadian, ada kelompok baru yang datang belakangan setelah kelompok pertama datang. Kelompok kedua inilah yang kemudian ikut memicu bentrokan.

Polisi saat ini telah menetapkan empat tersangka, yaitu K, D, R, dan B. Keempatnya berasal dari kelompok kedua dan terlibat dalam bentrokan berujung penusukan. "Saat ini masih kami periksa," tuturnya.

Sementara itu, M Sholeh tewas akibat kejadian ini. Dia tewas karena mengalami luka tusuk. Sebelum diterbangkan ke Bengkulu, korban sempat menjalani otopsi di Rumah Sakit RS Soekanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau