Jenifer Dunn: Saya Dijerumuskan

Kompas.com - 05/04/2010, 19:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain FTV Jenifer Dunn, yang didakwa atas kepemilikan tujuh pil ekstasi dan tiga butir Happyfive (Halima) mengaku sulit membayangkan dirinya harus menerima hukuman mendekam di penjara. Ia pun merasa dijerumuskan sehingga menjadi terdakwa. 

"Tidak pernah saya bayangkan, saya akan mendekam di penjara," ujar Jenifer ketika diwawancarai seusai sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (5/4/2010).

Tak mau menjadi penghuni ruang di balik jeruji besi, Jenifer menyatakan menolak replik yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang. "Saya menolak replik dari JPU tanggal 29 Maret 2010, dan tetap pada pembelaan saya tanggal 22 maret 2010. Saya melihat JPU tidak ada rasa dalam kasus saya," ucap Jenifer.

Replik itu ditolak oleh Jenifer karena ia merasa dijerumuskan ke dalam kasus narkoba. "Saya merasa ada orang yang ingin menghancurkan hidup saya dan karier saya di dunia entertainment. Kalau saya dianggap bersalah, semua saksi yang ada tidak ada satu pun yang mengarah ke saya. Bagi saya, semua sangat berlebihan dan saya di sini karena dijerumuskan," ujarnya.

Bahkan, Jenifer mengaku tak sedikit pun pernah mencicipi barang haram tersebut. "Saya hanya bisa berdoa, saya menginginkan adanya rasa keadilan. Saya pun tidak pernah merasakan barang narkoba yang ada pada saya sehingga kalau ada kesalahan dan tidak melaporkan, itu merupakan kebodohan," ujarnya lagi.

Masih kata Jenifer, kalau toh ia seorang pemakai narkoba, hal tersebut bisa dilihat dari kondisi fisiknya. "Kalau gue pakai narkoba, gue junky. Tapi, di sini gue gemuk dan gue tidak dites urine," tekannya lagi.

Namun, di antara rasa cemas dan kecewanya, Jenifer tetap menaruh asa untuk bebas dari jeratan hukum. "Saya ingin bisa bebas karena saya ingin bekerja kembali untuk memberikan nafkah kepada ibu dan keluarga saya. Insya Allah gue bebas dan harus optimistis. Tapi, apa pun putusan hakim, gue tunggu aja," tutupnya. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau