DENPASAR, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI-P Taufiq Kiemas membantah bahwa dalam pidato politik Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pada acara pembukaan Kongres III PDI-P di Inna Grand Bali Beach Hotel, Selasa (6/4/2010), telah secara tegas menetapkan partai berdiri di garis oposisi.
TK memuji pidato yang dibacakan oleh Mega, termasuk ketika Mega menegaskan empat pilar sebagai modal dasar PDI-P, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kebinekaan. Oleh karena pilar ini, tidak ada istilah oposisi ataupun koalisi. "Ibu bakal tetap kritis. Enggak bisa dibilang koalisi, juga tidak bisa dibilang oposisi. Tapi kritis," tuturnya seusai acara pembukaan.
Yang pasti, lanjutnya, PDI-P akan menjalankan peran penyeimbang atau check and balances. Mengenai posisi, apakah bergabung dengan pemerintahan atau tidak, akan diputuskan melalui kongres ini.
"Kita lihat saja. Kita akan jadi bagian pemerintah kalau rakyat mengingini. Kan kata Ibu (Mega) kalau rakyat mengingini itu ya enggak akan dilarang. Kalau rakyat enggak mau ya juga susah," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang