TK: Mega Tak Tegaskan Oposisi atau Koalisi, tapi Kritis

Kompas.com - 06/04/2010, 12:44 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI-P Taufiq Kiemas membantah bahwa dalam pidato politik Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pada acara pembukaan Kongres III PDI-P di Inna Grand Bali Beach Hotel, Selasa (6/4/2010), telah secara tegas menetapkan partai berdiri di garis oposisi.

TK memuji pidato yang dibacakan oleh Mega, termasuk ketika Mega menegaskan empat pilar sebagai modal dasar PDI-P, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kebinekaan. Oleh karena pilar ini, tidak ada istilah oposisi ataupun koalisi. "Ibu bakal tetap kritis. Enggak bisa dibilang koalisi, juga tidak bisa dibilang oposisi. Tapi kritis," tuturnya seusai acara pembukaan.

Yang pasti, lanjutnya, PDI-P akan menjalankan peran penyeimbang atau check and balances. Mengenai posisi, apakah bergabung dengan pemerintahan atau tidak, akan diputuskan melalui kongres ini.

"Kita lihat saja. Kita akan jadi bagian pemerintah kalau rakyat mengingini. Kan kata Ibu (Mega) kalau rakyat mengingini itu ya enggak akan dilarang. Kalau rakyat enggak mau ya juga susah," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau