Susno Kenalkan Andi Kosasih ke Haposan

Kompas.com - 06/04/2010, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada pemeriksaan di Mabes Polri kemarin, tersangka Haposan Hutagalung mengaku mengenal tersangka lain, Andi Kosasih, setelah dikenalkan oleh Komjen (Pol) Susno Duadji. Menurut Haposan, Susno mengenalkan Andi Kosasih saat dia menangani perkara seorang warga negara Singapura tahun 2008.

"Andi Kosasih dikenalkan ke Haposan saat mengurus perkara ikan arwana. Yang kenalin Pak Susno," ucap kuasa hukum Haposan, Viktor Nadapdap, di Mabes Polri, Selasa (6/4/2010).

Viktor menjelaskan, saat itu klien Haposan, warga Singapura, ditipu saat investasi bisnis ikan arwana di Indonesia. Saat itu, Andi Kosasih menjadi saksi kunci dalam perkara yang ditangani di Bareskrim Mabes Polri. "Haposan kenal dengan Pak Susno," ucapnya.

Menurut Viktor, Haposan mengaku pernah melakukan pertemuan dengan Susno di Bareskrim untuk konsultasi perkara yang menjerat kliennya. "Namanya pengacara kan bisa saja ketemu, konsultasi," katanya.

Seperti diberitakan, Haposan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melakukan rekayasa perkara Gayus Halomoan Tambunan bersama tersangka lain. Menurut Polri, dia berperan sebagai "sutradara" dalam rekayasa itu dan mengatur aliran dana ke sejumlah orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau