Tjiptardjo: Saya Tiga Kali Melapor KPK

Kompas.com - 06/04/2010, 17:08 WIB

JAKATRA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pajak Tjiptardjo mengaku sudah tiga kali melaporkan penghasilan dan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terhitung sejak tahun 2003. Seluruh data dan dokumen harta kekayaannya yang asli sudah diperbandingkan dengan dokumen fotokopi yang saat ini dimiliki KPK.

"Yang saya punya saya laporkan ke KPK. Saya sudah melaporkan tiga kali dari tahun 2003, waktu saya masih menjabat direktur (Direktur Intelijen dan Penyidikan). Lalu waktu saya menjadi Dirjen Pajak, saya mempercepat laporannya," ujar Tjiptardjo di Jakarta, Selasa (6/4/2010).

Tjiptardjo menuturkan bahwa pada Selasa siang kediamannya didatangi petugas KPK yang hendak mengklarifikasi data dan dokumen kepemilikan asetnya. Pada kesempatan itu, KPK membandingkan nilai harta kekayaan yang dimilikinya pada tahun 2008, kemudian mencocokkan dengan bukti kepemilikan aslinya. Harta yang diklarifikasi tidak terbatas hanya pada bangunan atau tanah, tetapi juga perubahan nilai atas perhiasannya.

"Harga emas pada tahun 2003 dicocokkan dengan harga terbaru. Kenaikan seluruh nilai aset itu pada tahun 2008 menjadi Rp 7,2 miliar, bukan Rp 72 miliar. Pada tahun 2009, nilainya sudah menjadi Rp 9 miliar. Jadi kenaikannya dihitung saja (Rp 9 miliar dikurangi Rp 7,2 miliar, atau sekitar Rp 1,8 miliar). Untuk tahun 2010 ada kenaikan lagi dalam 21 bulan. Kenaikan itu karena ada tambahan NJOP (nilai jual obyek pajak)," ungkapnya.

Tjiptardjo menolak menyebutkan nilai gajinya saat ini ketika ditanya wartawan karena mengaku takut dimintai sumbangan. "Aku malu. Banyak orang bilang saya digeledah sama KPK. Saya sabar saja. Yang penting saya bertanggung jawab. Saya siap sebagai prajurit, disuruh apa saja kan siap, termasuk untuk dipanggil DPR selama dua jam (besok)," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau