Pengembang Jual Properti ke Asing Wajib Terapkan 1:3:6

Kompas.com - 06/04/2010, 20:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comKementerian Perumahan Rakyat terus mengkaji rencana pembukaan keran kepemilikan properti oleh pihak asing di Indonesia. "Pengembang harus menerapkan konsep 1:3:6, yakni apabila membangun satu rumah mewah untuk orang asing, mereka wajib membangun tiga rumah menengah dan enam rumah sederhana untuk orang Indonesia," kata Staf Ahli Menpera Bidang Hukum dan Pertanahan, Jamil Anshari, Selasa (6/4/2010).

Menurut Jamil, pemerintah berharap, kepemilikan properti oleh orang asing pada masa depan tidak akan mengganggu persediaan rumah di Indonesia dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, kepemilikan properti oleh orang asing diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan program perumahan dan permukiman serta menambah pendapatan negara.

Jamil Anshari menjelaskan, badan hukum asing yang mempekerjakan orang-orang Indonesia diharapkan mampu menyediakan rumah bagi para pegawainya. Selain itu, pasar perumahan Indonesia dan lapangan kerja di Indonesia diperkirakan meningkat.

Menurut Jamil, harga properti Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara memang relatif murah. Kepemilikan properti oleh pihak asing diharapkan dapat menaikkan harga properti di Indonesia sehingga mampu bersaing dengan properti di negara-negara tetangga.
 
Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menyatakan, perubahan mengenai PP Nomor 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian Oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia terus dikaji. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya agar perubahan PP tersebut bisa cepat selesai.

“Kami harap revisi PP Nomor 41 Tahun 1996 itu bisa menarik investasi asing ke Indonesia,” tandasnya. (Sumber: kemenpera.go.id)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau