Gayus Perintahkan Haposan Atur Aliran Dana

Kompas.com - 06/04/2010, 21:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Haposan Hutagalung mengaku bahwa dia hanyalah korban dari permainan Gayus Tambunan. Penasihat hukum itu mengaku, Gayuslah yang memerintahkannya untuk mengatur skema pemberian uang kepada beberapa pihak dari rekening milik Gayus.

"Gayus yang memerintahkan dan mengaturnya (pembagian uang). Seandainya memang benar Gayus yang memerintahkan lawyer yang menjalankan, apakah benar lawyer bisa disalahkan," ungkap Otto Hasibuan, penasihat hukum Haposan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4/2010).

Menurut Otto, segala hal yang dilakukan kliennya dalam kapasitasnya sebagai penasihat hukum Gayus dijalankan secara profesional dan berdasar pada fakta yang ada. Oleh karenanya, Otto meyakinkan kalau Haposan tidak dapat dipersalahkan dalam kasus itu karena pada saat itu statusnya juga masih penasihat hukum Gayus Tambunan.

Haposan juga selalu tegas membantah segala keterangan Gayus yang menurutnya tidak benar. "Contohnya adalah perjanjian antara Gayus dan Andi Kosasih terkait pengakuan Andi Kosasih sebagai pemilik dana senilai Rp 24,6 miliar tersebut. Tidak pernah ada perjanjian tersebut kata Haposan," ujar Otto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau