LIVERPOOL, KOMPAS.com - Independent memberitakan, Liverpool telah membatalkan rencana menjual 40 persen saham klub kepada Rhone Group dan akan mencari investor baru. Namun, media-media Inggris menilai, bila gagal finis di empat besar, Liverpool nyaris mustahil mendapatkan investor yang lebih menguntungkan dari Rhone.
Pemilik Liverpool, Tom Hicks dan George Gillet berniat menjual 40 persen saham klub kepada Rhone untuk membayar cicilan utang, yang jatuh tempo pada Selasa (6/4/2010). Menurut kesepakatan awal, Hicks-Gillet dan Rhone, akan menuntaskan transaksi bernilai potensial 110 juta poundsterling atau Rp 1,5 triliun itu pada Senin (5/4/2010).
Namun, sebelum finalisasi kesepakatan, kreditor Hicks-Gillet, Royal Bank of Scotland dan Wachovia, mengumumkan memperpanjang batas pembayaran sampai Juli mendatang.
Menurut pemberitaan di Inggris, Hicks-Gillet kemudian membatalkan negosiasi dengan Rhone untuk mencari investor baru yang lebih menguntungkan. Namun, Hicks-Gillet kurang memperhitungkan bahwa Liverpool adalah institusi bisnis olahraga, yang nilai potensialnya juga sangat ditentukan oleh prestasi dan reputasi.
Kegagalan tampil di Liga Champions jelas merupakan penurunan prestasi dan akan langsung berdampak pada penurunan nilai potensial klub. Apalagi, gagal tampil di Liga Champions berarti kehilangan sumber pemasukan yang nilainya bisa mencapai 20 juta poundsterling atau sekitar Rp 274 miliar.
Penurunan itulah yang membuat media-media Inggris meragukan Liverpool bakal mampu mendapatkan investor yang mau menanamkan modal dengan nilai lebih besar ketimbang yang ditawarkan Rhone.
Sekadar catatan, nilai potensial Liverpool saat ini mendapai 500 juta poundsterling atau sekitar Rp 6,8 triliun. (IND/SCN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang