Polisi Gerebek 2 Pabrik Ekstasi di Pontianak

Kompas.com - 07/04/2010, 04:04 WIB

Pontianak, Kompas - Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggerebek dua rumah yang dijadikan tempat pembuatan ekstasi di Kota Pontianak. Kedua pabrik itu diperkirakan beroperasi sejak Januari 2010. Bahan baku didatangkan dari Jakarta sejak November 2009.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Erwin TPL Tobing, penggerebekan dilakukan pada Senin (5/4) malam di rumah milik ED di Jalan Suprapto VII dan di Jalan Adi Sucipto, Kota Pontianak.

ED adalah anak mantan pejabat tinggi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. ”Bahan baku dan peralatan pembuatan ekstasi didatangkan dari Jakarta sejak November 2009. Namun, baru Januari mulai berproduksi. Anggota masih terus menyelidiki berapa kapasitas produksi dan ke mana saja ekstasi itu diedarkan,” ujar Erwin, kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi SW menambahkan, dari identifikasi sementara, bahan baku yang sudah disita berupa puluhan botol bahan kimia cair dan belasan kaleng bahan baku padat. ”Ekstasi siap kirim yang ditemukan di lokasi berjumlah 144 butir,” katanya.

Selain bahan baku, polisi juga menemukan mesin pengemas dan mesin pencetak ekstasi. ”Di rumah di Jalan Adi Sucipto, polisi juga menemukan satu (komputer) laptop. Setelah dicek, ada beberapa file tentang cara pembuatan ekstasi, kokain, dan meta fetamin,” kata Suhadi.

Di kedua tempat pembuatan ekstasi tersebut, bahan baku dan perlengkapan produksi berserakan hampir di seluruh lantai. Botol dan kaleng yang berisi bahan baku ditempatkan di beberapa kardus.

Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya penganiayaan dan pembunuhan terhadap Qori (19), Jumat lalu, yang ditemukan Minggu. Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap ED yang diduga menganiaya dan membunuh gadis itu secara sadis.

Polisi juga menangkap tiga tersangka lain, yakni WIN, SAR, dan HER. Polisi menduga, kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi peredaran narkotika. Itulah sebabnya, polisi menggeledah rumah ED. (aha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau