Qatar

Thousand of Indonesian Domestic Helpers Needed

Kompas.com - 07/04/2010, 07:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Qatar is ready to accept thousands of Indonesian migrant workers (TKI) in its oil and gas, construction, and health sectors, nurses and medical personnel in particular. 

This was disclosed in an Indonesia-Qatar meeting by Manpower and Transmigration Minister Muhaimin Iskandar and his Qatari counterpart Sultan bin Hasan bin Dhabit al Dousary and Health Minister Sheikha Ghalia Bint Muhammad Bin Hamad al Thani in Doha, capital of Qatar, on Monday.
     
"Alhamdulillah (thank God), the Qatari government eventually expressed readiness to open a new workers market for Indonesian workers. This opportunity must be utilized by Indonesian formal migrant workers to the maximum, especially those with special skills," Minister Muhaimin Iskandar said in a press release in Jakarta Tuesday.
     
And the Qatari health minister has even provide wider opportunities to Indonesian nurses and paramedics for employment in Qatar, in view of the building of new hospitals in that country.
     
"In a follow up measure, the Qatari health minister will soon send a delegation to Indonesia to study the classification of nurses Qatar would need. In this context, we need to take immediately steps to prepare potential employment seekers in Indonesia for work in  Qatar," Muhaimin said.
    
Besides opening opportunities for migrant workers, the Indonesian and Qatari governments also agreed to increase TKI protection, especially those employed as domestic helpers. The minister said his visit to Qatar is aimed at promoting bilateral relations between the two countries, especially in the manpower secotr.

To follow up on the commitment to protect Indonesian domestic helpers, Indonesia and Qatar agreed to set up a Joint Working Group (JWG) to follow up on the MoU on the dispatch of senior officers for implementation of the JWG.  "The two countries also agreed to take active part in multilateral and regional cooperation in the protection of migrant workers in the respective countries" the minister said.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau