BANDA ACEH, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sekitar pukul 07.05, mencabut status potensi kemungkinan terjadi tsunami menyusul gempa yang mengguncang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Matai, Aceh Besar, Sahnan mengatakan, warga Sinabang, Kabupaten Simeulue, yang menjadi daerah pusat gempa berlarian ke gunung untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadi tsunami.
Menurut dia, sejumlah warga merasakan kekuatan gempa yang hampir sama seperti yang terjadi pada bencana tsunami 26 Desember 2004 atau gempa pada 28 Maret 2005.
BMKG mengumumkan bahwa gempa berkekuatan 7,2 skala Richter itu mengguncang wilayah Provinsi NAD dan sekitarnya, dengan pusat gempa berada di lokasi 2,30 derajat Lintang Utara dan 96,87 derajat Bujur Timur, sekitar 75 km tenggara Sinabang, dengan kedalaman 34 km.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang