Langsing Lebih Cepat dan Sehat

Kompas.com - 07/04/2010, 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sering kita mendengar ada orang makan sedikit, tetapi berat badannya terus naik. Sementara ada orang yang makan banyak, tetapi berat badan selalu terkontrol. Itu karena basal metabolic rate (BMR) yang rendah sehingga tubuh membakar kalori dengan lambat dan mudah menyimpan lemak.
Mau meningkatkan BMR? Coba cara ini:

1.   Makan lebih awal
Ingat, selalu sarapan untuk memasok kebutuhan energi. Fokuskan menu pada makanan rendah lemak, tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks. Pola makan seperti ini tak akan cepat membuat lapar. Sebaliknya, makanan berlemak tidak cukup memuaskan lidah dan perut karena tubuh melihat lemak sebagai sumber energi yang hanya digunakan saat darurat.

2.  Jangan buat diri kelaparan
Jangan asal memotong kebutuhan kalori. Pasalnya, tubuh akan mengira pengurangan kalori terlalu drastis itu sebagai pertanda datangnya masa kelaparan. BMR pun menurun. Akibatnya, meskipun sudah mengurangi makan, berat badan tak kunjung turun.

3.  Tambahkan protein
Jumlah energi yang diproduksi untuk mencerna protein lebih tinggi dibandingkan dengan energi untuk mencerna karbohidrat. Tetap makan karbohidrat, tetapi coba tambahkan daging, tahu, dan kacang kedelai untuk membakar ekstraenergi.

4.   Pilih olahraga aerobik
Olahraga aerobik bisa berupa senam, jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Manfaatnya untuk meningkatkan BMR bisa dirasakan segera. Aerobik juga memiliki efek pembakaran kalori yang bisa dirasakan beberapa jam sesudah berolahraga.

5.   Jangan lupa latihan beban
Latih otot dengan latihan beban dua sampai tiga kali seminggu. Setengah kilogram otot membakar sembilan kali lebih banyak kalori dibandingkan dengan setengah kilo lemak. Latihan beban teratur di tempat sejuk untuk meningkatkan suhu tubuh dapat juga menaikkan tingkat metabolik saat istirahat sampai 9 persen. Lumayan, kan? Anda hanya duduk santai sambil membakar kalori.

6.   Olahraga sebelum menstruasi
Buat para wanita, olahraga rutin dua minggu sebelum menstruasi dapat membakar sekitar 30 persen lemak. Mengapa? Olahraga cenderung lebih baik kinerjanya pada saat akhir periode menstruasi, yaitu ketika hormon yang dikeluarkan ovarium tinggi.

7.    Banyak minum
Dehidrasi menyebabkan metabolisme tubuh tidak efisien. Kurang air menyebabkan suhu tubuh menurun sehingga metabolisme turun dan tubuh akan menyimpan lemak untuk menaikkan suhu.

8.    Suplemen vitamin B
Vitamin B membantu tubuh menggunakan energi, mendukung sistem adrenalin dan tiroid, serta mendorong produksi energi di dalam dan di luar sel. Mungkin Anda perlu suplemen vitamin B jika BMR terhitung rendah.

9.    Gizi untuk tiroid
Tiroid penting untuk metabolisme. Jangan lupa mengasup makanan yang kaya iodium, seperti ikan salmon, tuna, dan rumput laut. Juga vitamin B, C, E, niasin, dan zinc yang terdapat pada nasi merah, alpukat, serta jeruk.

10.    Makanan pedas
Kandungan capsaicin dalam cabai secara temporer bisa meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Capsaicin ini akan memaksa tubuh mengeluarkan lebih banyak adrenalin yang mempercepat proses pembakaran lemak. @diy

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau