JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya terpaan isyu gangguan pajak, kenaikan bahan baku, hingga tarif dasar listrik, namun pasar mobil nasional diprediksi masih terus tumbuh. Bahkan pasar berpotensi membukukan rekor penjualan baru menembus angka penjualan 2008 yang 608.000 unit.
Hasil positif yang tercatat pada awal tahun ini menjadi salah satu acuan kongret mengenai perkembangan pasar mobil sepanjang 2010. Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan menjelaskan, selama kondisi ekonomi nasional tetap kondusif dan tidak ada kenaikan tarif pajak, khususnya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan pajak kepemilikan mobil secara progresif pasar berpotensi terus berkembang.
“Sekarang ini yang masih tanda tanya adalah rencana kenaikan pajak mobil baik itu PKB (pajak kendaraan bermotor) progresif dan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah). Kalau ini tidak ada kenaikan, pasar dipastikan bisa melewati 600 ribu unit, bahkan bisa mencapai 640.000 unit," papar Johnny di Jakarta, (6/4/2010).
Johnny menekankan, hingga kini belum ada rencana merevisi target yang ditentukan Gaikindo di level 560.000-600.000 unit. Tapi, lanjutnya, komposisi penjualan sepanjang tahun biasanya 45 persen berbanding 55 persen dari total penjualan 2010.
"Sekarang paradigma pemerintah yang harus diubah. Kalau pertumbuhan ini diganggu pajak, pasar pasti drop. Dan ini justru merugikan negara karena devisa pasti berkurang drastis, bukan seperti itu caranya," jelas Johnny.
Johnny kembali menegaskan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memimpin pasar otomotif di kawasan Asean. Pasar mobil nasional akan mampu menyentuh 1 juta unit pada 2014 atau 2015. Namun dengan catatan, pemerintah Indonesia tetap mendukung industri otomotif nasional dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendorong pengembangan pasar dan membangun infrastruktur.
"Pemerintah sudah di jalan yang benar, tapi belum konsisten. Berani tidak pemerintah mendorong pertumbuhan pasar dengan cepat, mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung, seperti insentif untuk lokalisasi komponen, meningkatkan infrastruktur jalan, dan ada exit policy untuk mobil-mobil usia tua," tantang Johnnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang