Pasar Mobil Bisa Ukir Rekor Baru, Asal..

Kompas.com - 07/04/2010, 10:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya terpaan isyu gangguan pajak, kenaikan bahan baku, hingga tarif dasar listrik, namun pasar mobil nasional diprediksi masih terus tumbuh. Bahkan pasar berpotensi membukukan rekor penjualan baru menembus angka penjualan 2008 yang 608.000 unit.

Hasil positif yang tercatat pada awal tahun ini menjadi salah satu acuan kongret mengenai perkembangan pasar mobil sepanjang 2010. Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan menjelaskan, selama kondisi ekonomi nasional tetap kondusif dan tidak ada kenaikan tarif pajak, khususnya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan pajak kepemilikan mobil secara progresif pasar berpotensi terus berkembang.

“Sekarang ini yang masih tanda tanya adalah rencana kenaikan pajak mobil baik itu PKB (pajak kendaraan bermotor) progresif dan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah). Kalau ini tidak ada kenaikan, pasar dipastikan bisa melewati 600 ribu unit, bahkan bisa mencapai 640.000 unit," papar Johnny di Jakarta, (6/4/2010).

Johnny menekankan, hingga kini belum ada rencana merevisi target yang ditentukan Gaikindo di level 560.000-600.000 unit. Tapi, lanjutnya, komposisi penjualan sepanjang tahun biasanya 45 persen berbanding 55 persen dari total penjualan 2010.

"Sekarang paradigma pemerintah yang harus diubah. Kalau pertumbuhan ini diganggu pajak, pasar pasti drop. Dan ini justru merugikan negara karena devisa pasti berkurang drastis, bukan seperti itu caranya," jelas Johnny.

Johnny kembali menegaskan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memimpin pasar otomotif di kawasan Asean. Pasar mobil nasional akan mampu menyentuh 1 juta unit pada 2014 atau 2015. Namun dengan catatan, pemerintah Indonesia tetap mendukung industri otomotif nasional dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendorong pengembangan pasar dan membangun infrastruktur.

"Pemerintah sudah di jalan yang benar, tapi belum konsisten. Berani tidak pemerintah mendorong pertumbuhan pasar dengan cepat, mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung, seperti insentif untuk lokalisasi komponen, meningkatkan infrastruktur jalan, dan ada exit policy untuk mobil-mobil usia tua," tantang Johnnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau