Masih Ada Produsen dan Masyarakat Belum Tahu Helm SNI

Kompas.com - 07/04/2010, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan menggunakan helm berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI) telah berlaku sejak Kamis, pekan lalu. Namun, hingga hari ketujuh pelaksanaan peraturan yang mengatur penggunaan helm SNI ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu peraturan ini. Bahkan, ada juga produsen helm yang masih belum mengerti soal helm SNI.

"Ada anggota kami di daerah yang tanya SNI itu merek helm ya?" kata Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Thomas Lim saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (7/4/2010).

Menurut Thomas, kurang "melek"-nya produsen tentang kewajiban helm SNI  dikarenakan minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal, peraturan tentang pemberlakuan helm SNI ini telah dikeluarkan sejak lama.

Untuk melindungi keselamatan pengedara motor, Kementerian Perindustrian selaku regulator mengeluarkan SK Peraturan Menteri No 40/M-IND/Per/6/2008 tentang Pemberlakuan SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua secara wajib. Peraturan itu kemudian ditunda dan baru mulai efektif pada 1 April 2010.

Di dalamnya tersirat bahwa produsen helm wajib memproduksi helm ber-SNI. "Ini kan peraturan sudah lama, tetapi sosialisasinya kurang. Produsen juga masih saja membuat helm dengan standar non-SNI," tutur Thomas.

Alhasil, saat ini masih banyak helm non-SNI yang beredar. Kebanyakan helm ini merupakan sisa produk yang diproduksi oleh produsen sebelum 1 April 2010. Hal ini merugikan para produsen yang sebagian besar merupakan perajin kecil. Pasalnya, helm non-SNI menjadi tidak laku dijual. "Kemarin ada yang mengeluh ke saya, barangnya di-return (dikembalikan) sama penjual. Ya rugilah dia. Kalau sudah begitu, ke laut saja," tandas dia. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau