JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak M Tjiptardjo memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Pajak DPR, Rabu (7/4/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Dalam salah satu bagian paparannya, Tjiptardjo sempat menyelipkan sedikit "curhat".
Pascamerebaknya kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan salah satu pegawai Ditjen Pajak, Gayus Halomoan Tambunan, para pegawai dari institusi tersebut pun menuai dampaknya. "Sekarang, kalau lihat pegawai Kantor Pajak, orang bilang, Gayus, Gayus. Kalau pas naik angkot, kelihatan tulisan Ditjen Pajak, diteriakin, maling, Gayus. Ini sangat menyedihkan," kata Tjiptardjo, yang didampingi sejumlah direktur di lingkungan Ditjen Pajak.
Ia juga menyesalkan adanya gerakan facebooker antibayar pajak. Menurutnya, efek-efek negatif ini harus segera direspons agar tak menghambat penerimaan negara dari sektor perpajakan. "Di satu sisi mengamankan penerimaan negara, di sisi lain, ada masalah seperti ini. Oleh karena itu, tidak bisa hanya Ditjen Pajak sendiri. Perlu kerja sama semua pihak untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sudah menurun," kata Tjiptardjo.
Pada kesempatan itu, Tjiptardjo juga menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan jajarannya menindaklanjuti kasus Gayus. Salah satunya penonaktifan dan pemeriksaan terhadap para pejabat yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang