SURABAYA, KOMPAS.com — Tiga jenazah tenaga kerja Indonesia asal Sampang, Madura, yaitu Muchlish (25), Musdi (36), dan Abdul Sanu (30), masih diotopsi di Instalasi Forensik RS Bhayangkara. Dari pemeriksaan awal, tim forensik menemukan indikasi penganiayaan.
Menurut ahli forensik dari RSCM Jakarta, dr Mun'im Idris, di tubuh jenazah terdapat tanda-tanda selain bekas peluru. Ketika ditanya apakah tanda-tanda yang dimaksud berupa penganiayaan, dia membenarkan. "Ya, begitu, memang demikian," ujarnya di sela-sela otopsi, Rabu (7/4/2010).
Tiga jenazah yang merupakan TKI di Malaysia itu tewas ditembak Polisi Diraja Malaysia pada 16 Maret lalu. Pihak keluarga di Malaysia menerima kabar dari surat kabar dan televisi setempat dan memberi tahu keluarga di Madura.
Saifudin, salah seorang kerabat dari Muclish, menyatakan terakhir berkirim kabar dengan korban dua hari sebelum korban tewas ditembak. Dia mempertanyakan alasan penembakan karena sampai sekarang belum mendapat penjelasan resmi soal meninggalnya Muclish. "Kami ingin kejelasan dan keadilan," kata Saifudin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang