JERUSALEM, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman, Selasa (6/4/2010) menegaskan kembali bahwa pembangunan permukiman di Jerusalem timur tidak akan dihentikan kendatipun ada desakan internasional bagi pembekuan seluruh kegiatan itu.
"Kami tidak dapat membekukan pembangunan di Jerusalem, baik di sektor timur maupun barat, baik untuk warga Arab maupun Israel, karena itu akan membahayakan kedaulatan kami sebagai sebuah negara dalam ibu kota kami sendiri," katanya kepada radio publik.
Israel menduduki Jerusalem timur yang berpenduduk mayoritas Arab dalam Perang Enam hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya. Ini merupakan tindakan yang tidak diakui masyarakat internasional atau Palestina, yang akan dijadikan ibu kota negaranya kelak.
Lieberman, ketua partai Beitenu Yisrael yang ultra nasionalis, mengatakan tuntutan-tuntutan internasional agar Israel mundur dari seluruh Tepi Barat, termasuk Jerusalem timur tidak realistis. "Masyarakat internasional menginginkan kami kembali pada garis perbatasan Juni 1967 yang tidak akan mengakhiri konflik itu tetapi malahan akan bergerak lebih dekat ke Tel Aviv," katanya.
Amerika Serikat telah berusaha selama beberapa bulan untuk menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina yang terhenti setelah Israel melancarkan serangan di Gaza Desember 2008.
Palestina menolak berunding, langsung atau tidak langsung dengan Israel tanpa pembekuan total pembangunan permukiman, termasuk di Jerusalem timur.
Israel, November lalu memberlakukan penghentian 10 bulan pembangunan permukiman baru, tetapi tindakan itu ditentang oleh Palestina sebagai tidak cukup karena tidak mencakup Jerusalem timur, gedung-gedung publik dan proyek-proyek yang sedang dalam penyelesaian.
Pada Maret Palestina , dengan dukungan Arab enggan menyetujui perundingan tidak langsung yang ditengahi AS bagi periode empat bulan, tetapi rencana-rencana itu aggal beberapa hari kemudian ketika Israel mengatakan dalam kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden bahwa negara itu akan membangun 1.600 rumah baru di Jerusalem timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang