Pembangunan di Jerusalem Timur Jalan Terus

Kompas.com - 07/04/2010, 18:34 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman, Selasa (6/4/2010) menegaskan kembali bahwa pembangunan permukiman di Jerusalem timur tidak akan dihentikan kendatipun ada desakan internasional bagi pembekuan seluruh kegiatan itu.
    
"Kami tidak dapat membekukan pembangunan di Jerusalem, baik di sektor timur maupun barat, baik untuk warga Arab maupun Israel, karena itu akan membahayakan kedaulatan kami sebagai sebuah negara dalam ibu kota kami sendiri," katanya kepada radio publik.
    
Israel menduduki Jerusalem timur yang berpenduduk mayoritas Arab dalam Perang Enam hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya. Ini merupakan tindakan yang tidak diakui masyarakat internasional atau Palestina, yang akan dijadikan ibu kota negaranya kelak.
    
Lieberman, ketua partai Beitenu Yisrael yang ultra nasionalis, mengatakan tuntutan-tuntutan internasional agar Israel mundur dari seluruh Tepi Barat, termasuk Jerusalem timur tidak realistis. "Masyarakat internasional menginginkan kami kembali pada garis perbatasan Juni 1967 yang tidak akan mengakhiri konflik itu tetapi malahan akan bergerak lebih dekat ke Tel Aviv," katanya.
    
Amerika Serikat telah berusaha selama beberapa bulan untuk menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina yang terhenti setelah Israel melancarkan serangan di Gaza Desember 2008.
     
Palestina menolak berunding, langsung atau tidak langsung  dengan Israel tanpa  pembekuan total pembangunan permukiman, termasuk di Jerusalem timur.
      
Israel, November lalu memberlakukan penghentian 10 bulan pembangunan permukiman baru, tetapi tindakan itu ditentang oleh Palestina sebagai tidak cukup karena tidak mencakup Jerusalem timur, gedung-gedung publik dan proyek-proyek yang sedang dalam penyelesaian.
      
Pada Maret  Palestina , dengan dukungan Arab enggan menyetujui perundingan tidak langsung yang ditengahi AS bagi periode empat bulan, tetapi rencana-rencana itu aggal beberapa hari kemudian ketika Israel mengatakan dalam kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden bahwa negara itu akan membangun 1.600 rumah baru di Jerusalem timur.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau