KEDIRI, Kompas.com - Pelatih Pelita Jaya Karawang Jajang Nurjaman menuduh wasit Yandri melakukan kecurangan saat memimpin pertandingan antara Persik Kediri dengan Pelita dalam kompetisi lanjutan Liga Super Indonesia putaran kedua di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Rabu (7/4/10) sore. Salah satu bukti konkret praktek kecurangan wasit adalah dengan membiarkan terjadinya handball pada pemain.
Praktek kecurangan itu, lanjut Jajang, tidak dilakukan sekali namun berulang kali. Dalam pertandingan itu, Pelita ditumbangkan oleh tuan rumah Persik dengan skor 1-2.
Pelita menuduh, praktek kecurangan yang dilakukan wasit menjadi salah satu penyebab kekalahan tim. Alasannya, karena kecurangan itu, timnya kehilangan sejumlah kesempatan emas untuk mencuri poin dari tim tuan rumah.
Sedihnya lagi, ia menuduh praktek kecurangan wasit itu terkait erat dengan permainan kandang Persik.
"Apa yang diomongkan orang hati-hati kalau main di Kediri, ternyata kejadian. Awalnya saya tidak percaya hal itu, saya pikir pertandingan lebih fair karena disiarkan langsung. Namun ternyata itu tidak terjadi," ujarnya seusai pertandingan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang