Pelita Jaya Tuduh Wasit Curang

Kompas.com - 07/04/2010, 22:30 WIB

KEDIRI, Kompas.com - Pelatih Pelita Jaya Karawang Jajang Nurjaman menuduh wasit Yandri melakukan kecurangan saat memimpin pertandingan antara Persik Kediri dengan Pelita dalam kompetisi lanjutan Liga Super Indonesia putaran kedua di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Rabu (7/4/10) sore. Salah satu bukti konkret praktek kecurangan wasit adalah dengan membiarkan terjadinya handball pada pemain.

Praktek kecurangan itu, lanjut Jajang, tidak dilakukan sekali namun berulang kali. Dalam pertandingan itu, Pelita ditumbangkan oleh tuan rumah Persik dengan skor 1-2.

Pelita menuduh, praktek kecurangan yang dilakukan wasit menjadi salah satu penyebab kekalahan tim. Alasannya, karena kecurangan itu, timnya kehilangan sejumlah kesempatan emas untuk mencuri poin dari tim tuan rumah.

Sedihnya lagi, ia menuduh praktek kecurangan wasit itu terkait erat dengan permainan kandang Persik.

"Apa yang diomongkan orang hati-hati kalau main di Kediri, ternyata kejadian. Awalnya saya tidak percaya hal itu, saya pikir pertandingan lebih fair karena disiarkan langsung. Namun ternyata itu tidak terjadi," ujarnya seusai pertandingan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau