Messi Pernah Ditolak Klub Gurem Italia

Kompas.com - 08/04/2010, 00:09 WIB

GENOA, KOMPAS.com — Banyak yang tak mengetahui bahwa striker fenomenal sekelas Lionel Messi pernah ditolak Como Calcio, sebuah klub kecil di Italia. Peristiwa itu terjadi tujuh tahun silam saat Messi masih berusia 15 tahun.

Hal ini dikatakan Presiden Genoa Enrico Preziosi yang pernah memimpin Como tahun 2003. Waktu itu Como merupakan salah satu tim di Liga Serie A.

"Ketika saya menjadi Presiden Como, kami mendapati Messi dalam masa uji coba. Dia baru 15 tahun dan kami menolaknya. Kami telah memantaunya sejak ia berumur 14 tahun. Dia seorang bocah fenomenal ketika itu. Kami memutuskan untuk tidak mengontraknya karena ada beberapa masalah di Como," ungkap Preziosi.

Masalah yang dihadapi Como waktu itu memang berlarut-larut. Tahun 2003 merupakan terakhir kalinya "I Lariani" masuk ke jajaran elite klub-klub Italia. Pada akhir musim, mereka terdegradasi setelah finis di urutan ke-17 (Serie A waktu itu hanya dihuni 18 tim terbaik). Pada tahun-tahun berikutnya, Como terus melorot dan kini hanya merasakan Liga Serie C.

Andai Messi jadi bergabung dengan klub tersebut, mungkin nasib Messi tidak bakal seperti sekarang. Preziosi pun mengakui itu. Di satu sisi, ia merasa bersalah karena menyia-nyiakan bakat terpendam seorang bocah. Namun, di sisi lain, Messi mendapatkan jalan menuju ketenarannya.

"Kadang Anda membuat kesalahan, tetapi tak ada penyesalan. Ketika Anda mengontrak pemain muda, selalu saja ada masalah dengan orangtuanya. Kami harus memiliki aturan tersendiri mengenai masalah seperti ini di Italia," kata Preziosi mengenai sulitnya klub Italia mengontrak pemain bocah, terutama dari Amerika Selatan.

"Como harus melakukan sesuatu karena ia masih di bawah umur. Kemudian kami pikir kami tidak harus mengontraknya karena yang terjadi di Italia saat itu adalah klub-klub tak terlalu tertarik mengontrak seorang pemain muda. Hampir tak ada klub di Italia yang mengontrak pemain seperti ini," tambah Preziosi kepada Sky Sport.

Setelah ditolak Como, Messi tetap bergabung dengan akademi sepak bola Barcelona. Di kota itulah ia menetap setelah pindah dari Argentina pada usia 12 tahun. Kariernya kini melesat dan menjadikannya pemain terbaik dunia. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau