PM Kyrgyztan Tak Mau Berunding

Kompas.com - 08/04/2010, 01:32 WIB

BISHKEK, KOMPAS.com - PM Kyrgyzstan, Daniyar Usenov, Rabu (7/4/2010) menyatakan bahwa situasi negara terkendali dan berjanji tidak akan pernah berunding dengan para pemrotes.

"Saya tidak pernah berunding dengan para perusuh tersebut dan situasi negara masih dapat dikendalikan," kata PM Usenov di depan sidang parlemen, Rabu.

Ia merujuk pada konflik politik Kyrgyzstan, negara republik Asia Tengah bekas Uni Soviet, yang berlangsung sejak awal Maret.

Dalam aksi protes pada Rabu di ibu kota Kyrgyzstan, Bishkek, bentrokan dengan polisi anti huruhara dilaporkan menelan korban jiwa lima orang dan puluhan orang lagi cedera.

Puluhan ribu orang berunjuk rasa anti pemerintah, menuntut pengunduran diri Presiden Kurmanbek Bakiyev.

Kelompok oposisi itu menuntut agar Bakiyev, yang berkuasa sejak 2005, memberantas korupsi dan memecat para keluarganya dari jabatan-jabatan penting di pemerintahan.

Aksi protes Kyrgyzstan meluas di ibukota itu, yang memaksa polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan melemparkan granat.

Pengunjukrasa yang bersenjatakan potongan besi dan batu bergerak menuju kantor presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau