BISHKEK, KOMPAS.com - PM Kyrgyzstan, Daniyar Usenov, Rabu (7/4/2010) menyatakan bahwa situasi negara terkendali dan berjanji tidak akan pernah berunding dengan para pemrotes.
"Saya tidak pernah berunding dengan para perusuh tersebut dan situasi negara masih dapat dikendalikan," kata PM Usenov di depan sidang parlemen, Rabu.
Ia merujuk pada konflik politik Kyrgyzstan, negara republik Asia Tengah bekas Uni Soviet, yang berlangsung sejak awal Maret.
Dalam aksi protes pada Rabu di ibu kota Kyrgyzstan, Bishkek, bentrokan dengan polisi anti huruhara dilaporkan menelan korban jiwa lima orang dan puluhan orang lagi cedera.
Puluhan ribu orang berunjuk rasa anti pemerintah, menuntut pengunduran diri Presiden Kurmanbek Bakiyev.
Kelompok oposisi itu menuntut agar Bakiyev, yang berkuasa sejak 2005, memberantas korupsi dan memecat para keluarganya dari jabatan-jabatan penting di pemerintahan.
Aksi protes Kyrgyzstan meluas di ibukota itu, yang memaksa polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan melemparkan granat.
Pengunjukrasa yang bersenjatakan potongan besi dan batu bergerak menuju kantor presiden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang