Pengamanan

15 CCTV di LP Tangerang Belum Terealisasi

Kompas.com - 08/04/2010, 03:33 WIB

Tangerang, Kompas - Selama tiga tahun terakhir, Lembaga Pemasyarakatan Tangerang tiga kali mengajukan permohonan pengadaan 15 closed circuit television atau CCTV kepada Departemen Kehakiman. Hingga kini, pengadaan alat untuk untuk memantau kemungkinan terjadinya perdagangan narkoba dalam lapas itu belum juga terealisasi. Padahal, hal itu sangat mendesak.

”Kami belum mendapat keterangan apakah pengajuan alat CCTV itu disetujui atau tidak. Kami juga tidak mengetahui mengapa pengadaan alat CCTV itu belum juga direalisasikan. Mungkin ada skala prioritas lainnya sehingga usulan kami belum diterima,” kata Kepala Lapas Wanita Dewasa Tangerang Arti Wirastuti, Rabu (7/4).

Ia menjelaskan, pengadaan sistem televisi yang sinyal videonya diperoleh dari satu atau lebih kamera melalui kabel menuju monitor pengawasnya tersebut sangat mendesak. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kewaspadaan terjadinya peredaran narkoba di penjara. Apalagi, 70 persen dari 412 penghuni Lapas Wanita itu adalah tahanan kasus narkoba.

”Pengguna narkoba di sini banyak. Makanya, kami membutuhkan pengawasan ekstra untuk menghindari adanya penyelundupan narkoba dalam penjara,” kata Arti.

Ia mengatakan, sejumlah titik yang perlu dipasang CCTV adalah masing-masing satu unit di pintu masuk, ruang penggeledahan, tempat besuk, ruang rawat inap, ruang pembinaan, dapur, binaswat, dan ruang kegiatan kerja. Selain itu, 7 unit CCTV dibutuhkan di blok tahanan.

Arti mengatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan adanya penyelundupan atau peredaran narkoba dalam Lapas Wanita. Namun, ia membenarkan jika pihaknya pernah menemukan adanya upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas dengan melemparkan barang tersebut dari luar tembok penjara.

Lapas Wanita Tangerang itu tidak memiliki satu pun kamera pemantau di paviliun tempat tinggal narapidana dan tempat menerima tamu. Kamera pantau juga tidak terlihat di ruang penggeledahan, ruang rawat inap, ruang pembinaan, dapur, dan sebagainya.

Menurut Arti, dua lapas lainnya yang belum memiliki CCTV adalah Lapas Anak dan Pria Tangerang serta Lapas Anak dan Wanita Tangerang di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Rahayu (33), warga Cipondoh, salah satu pengunjung Lapas Wanita Tangerang, menyatakan mendukung jika CCTV diadakan di lapas itu.

”Kalau ada CCTV, kami pengunjung merasa aman saat berada di dalam lapas. Jika ada yang ingin macam-macam kepada pengunjung, dapat dipantau,” kata Rahayu yang mengaku rajin menjenguk temannya di lapas tersebut. (PIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau