Tangerang, Kompas
”Kami belum mendapat keterangan apakah pengajuan alat CCTV itu disetujui atau tidak. Kami juga tidak mengetahui mengapa pengadaan alat CCTV itu belum juga direalisasikan. Mungkin ada skala prioritas lainnya sehingga usulan kami belum diterima,” kata Kepala Lapas Wanita Dewasa Tangerang Arti Wirastuti, Rabu (7/4).
Ia menjelaskan, pengadaan sistem televisi yang sinyal videonya diperoleh dari satu atau lebih kamera melalui kabel menuju monitor pengawasnya tersebut sangat mendesak. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kewaspadaan terjadinya peredaran narkoba di penjara. Apalagi, 70 persen dari 412 penghuni Lapas Wanita itu adalah tahanan kasus narkoba.
”Pengguna narkoba di sini banyak. Makanya, kami membutuhkan pengawasan ekstra untuk menghindari adanya penyelundupan narkoba dalam penjara,” kata Arti.
Ia mengatakan, sejumlah titik yang perlu dipasang CCTV adalah masing-masing satu unit di pintu masuk, ruang penggeledahan, tempat besuk, ruang rawat inap, ruang pembinaan, dapur, binaswat, dan ruang kegiatan kerja. Selain itu, 7 unit CCTV dibutuhkan di blok tahanan.
Arti mengatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan adanya penyelundupan atau peredaran narkoba dalam Lapas Wanita. Namun, ia membenarkan jika pihaknya pernah menemukan adanya upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas dengan melemparkan barang tersebut dari luar tembok penjara.
Lapas Wanita Tangerang itu tidak memiliki satu pun kamera pemantau di paviliun tempat tinggal narapidana dan tempat menerima tamu. Kamera pantau juga tidak terlihat di ruang penggeledahan, ruang rawat inap, ruang pembinaan, dapur, dan sebagainya.
Menurut Arti, dua lapas lainnya yang belum memiliki CCTV adalah Lapas Anak dan Pria Tangerang serta Lapas Anak dan Wanita Tangerang di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.
Rahayu (33), warga Cipondoh, salah satu pengunjung Lapas Wanita Tangerang, menyatakan mendukung jika CCTV diadakan di lapas itu.
”Kalau ada CCTV, kami pengunjung merasa aman saat berada di dalam lapas. Jika ada yang ingin macam-macam kepada pengunjung, dapat dipantau,” kata Rahayu yang mengaku rajin menjenguk temannya di lapas tersebut.