Bencana alam

Gempa Sinabang pada Penunjaman Landai

Kompas.com - 08/04/2010, 03:57 WIB

Jakarta, Kompas - Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 pada skala Richter terjadi Rabu (7/4) pukul 05.15 waktu Indonesia barat, di kedalaman 34 kilometer, 75 kilometer arah tenggara dari Sinabang, Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pusat gempa terdapat pada penunjaman landai Lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia yang menumbuk Lempeng Eurasia. ”Pengaruh penunjaman landai tidak menimbulkan tsunami besar, tetapi memiliki potensi berulang cukup tinggi,” kata ahli gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Sri Widiyantoro, Rabu di Bandung.

Widiyantoro mengatakan, pusat gempa Sinabang pada koordinat 2,33 Lintang Utara dan 97,02 Bujur Timur berdekatan dengan pusat gempa Nias berkekuatan 8,7 skala Richter pada 2005.

Pengulangan gempa dengan lokasi hampir sama menunjukkan, zona subduksi landai berpengaruh pada peristiwa gempa besar yang saling menyusul.

”Upaya adaptasi dan mitigasi gempa harus ditingkatkan,” kata Widiyantoro.

Ia menyebutkan, gempa 9,2 SR pada 2004 di Aceh, yang menimbulkan tsunami besar, memiliki zona subduksi berbeda. Gempa ini memiliki masa pengulangan sekitar 200 tahun.

Gempa bumi pada subduksi landai di sekitar Aceh kemudian terpicu. Hal ini menimbulkan gempa susul-menyusul dengan magnitude di atas 7 SR di wilayah Nias, Mentawai, Bengkulu, Padang, dan terakhir di Sinabang.

Gempa susulan

Kepala Pusat Informasi Dini Tsunami dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fauzi mengatakan, terjadi gempa susulan Sinabang berkekuatan 5-5,5 SR sebanyak lima kali hingga terakhir kali pukul 12.19, kemudian puluhan kali di bawah 5 SR.

Seperti diungkapkan Widiyantoro, gempa susulan berpotensi akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

”Gempa bumi Sinabang menimbulkan tsunami kecil. Tercatat di Pulau Banyak yang paling berdekatan dengan pusat gempa terjadi tsunami setinggi 40 sentimeter,” kata Fauzi.

Tsunami yang terjadi di lokasi lain, menurut Fauzi, terjadi di Teluk Dalam, Nias Selatan, setinggi 20 sentimeter; dan di Sibolga 10 sentimeter.

Pada pukul 07.00, dinyatakan BMKG, situasinya aman dari tsunami. (NAW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau