JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Kongres II Partai Demokrat, berbagai manuver dari para kontestan calon ketua umum menarik untuk disimak. Setelah sebelumnya terjadi ketegangan kecil akibat ada pelarangan sejumlah kader Partai Demokrat untuk hadir pada acara silaturahim yang digelar kontestan calon ketua umum Marzuki Ali, kini mereka mulai ribut soal survei elektabilitas.
Sebuah survei yang dilakukan LP3ES pada 1-20 Maret 2010 terhadap 481 pimpinan DPC dan DPD Partai Demokrat (PD) menunjukkan, jika ketiganya saling berhadapan pada kongres nanti, kontestan Anas Urbaningrum akan memeroleh suara pada kisaran 58,5 persen-72,5 persen, diikuti Marzuki Ali 22,9 persen, dan Andi Mallarangeng, 6,9 persen-7,3 persen. Hasil survei ini disampaikan kepada publik hari Rabu (7/8/2010) siang.
Pada Rabu malam, giliran kubu Andi yang mengeluarkan hasil survei Cirus. Survei ini dilaksanakan pada 1-7 Maret 2010 terhadap 1.240 responden dengan tingkat margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya pun tampak kontras. Survei Cirus mendudukkan Andi Mallarangeng sebagai posisi puncak dengan perolehan suara 30,6 persen, diikuti Anas 22,2 persen, dan Marzuki Ali 2,6 persen.
Tidak hanya itu, Cirus pun melakukan survei terhadap peserta Pemilu 2009 yang memilih Partai Demokrat. Hasilnya, lagi-lagi, Andi Mallarangeng menempati posisi puncak dengan perolehan suara 35,6 persen, diikuti Anas 22,4 persen, dan Marzuki Ali 2,8 persen. Selain itu, bagi peserta Pemilu 2009 yang tidak memilih Partai Demokrat, sebanyak 26,7 persen memilih Andi, diikuti Anas 22 persen, dan Marzuki, 2,4 persen.
Dari dua survei di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat elite lebih menghendaki Anas menjadi ketua umum. Sementara di tingkat massa akar rumput, mereka menghendaki Andi tampil sebagai pemimpin partai pemenang pemilu. "Elite partai itu biasanya turun ke bawah dan harus mendengar aspirasi di tingkat akar rumput," ujar anggota Tim Sukses Andi, Choel Mallarangeng, Rabu malam di Wisma Proklamasi, Jakarta.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Panangian Simanungkalit. "Para elite harus mengutamakan keinginan massa akar rumput," katanya.
Sementara itu, anggota tim sukses Andi, Rahlan Nasidik, direktur Imparsial nonaktif, mengatakan, target Partai Demokrat untuk memperoleh 30 persen suara pada Pemilu 2014 sangat membutuhkan figur yang dapat diterima di masyarakat. "Dan figur itu Andi," katanya.
Choel menambahkan, survei pertama belumlah menunjukkan apa-apa. Dirinya yakin, survei lanjutan yang dilakukan LP3ES akan memberikan hasil yang berbeda. Menurut dia, ketika survei LP3ES diadakan, Andi belum mendeklarasikan diri serta terjun menyambangi kantong-kantong kader. "Jadi, tunggu saja survei kedua. Kita lihat siapa yang mempunyai momentum dan siapa yang kehilangan momentum," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang