Gara-gara "Arwana-Mr X", Rapat Komisi III "Panas"

Kompas.com - 08/04/2010, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana "panas" mewarnai rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi III dan mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, Kamis (8/4/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Hal itu bermula dari silang pendapat di antara anggota Komisi III mengenai mekanisme rapat menyangkut penyebutan siapa "Mr X" dan perusahaan arwana di Pekanbaru yang berkasus senilai ratusan miliar.

Susno, dalam paparannya, mengungkapkan, ada kasus besar bernilai ratusan miliar yang melibatkan Mr X sebagai aktor intelektualnya dan sejumlah aktor yang sama dengan aktor perekayasa kasus Gayus Tambunan. Paparan itu kemudian memicu perbedaan pendapat antara anggota Dewan mengenai apakah rapat sebaiknya dilakukan secara terbuka atau tertutup, ketika Susno membuka jati diri Mr X dan perusahaan arwana yang berperkara itu.

Sejak awal rapat, Ketua Komisi III Benny K Harman menekankan, sepanjang hal yang disampaikan bersifat umum, rapat akan dilakukan secara terbuka. Namun, jika menyangkut nama maka rapat akan tertutup untuk umum.

Namun, anggota Komisi III, Syarifudin Suding, mengatakan, "Seharusnya dibuka semua karena menyangkut informasi publik. Terserah Pak Susno, berani atau tidak menyampaikan secara terbuka siapa Mr X itu. Publik berhak tahu."

Wakil Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin, tak sepakat. Ia menegaskan, rapat harus dilakukan secara tertutup jika menyebut nama orang. "Kita harus menjunjung tinggi asas presumption of innocence, praduga tak bersalah. Tapi kalau memang mau dilakukan secara terbuka, silakan saja. Tetapi, kita semua harus menanggung risiko kalau di kemudian hari ada tuntutan hukum," kata Aziz dengan nada tinggi.

Hujan interupsi pun mewarnai jalannya rapat. Sejumlah anggota saling beradu argumentasi mengenai buka-tutup rapat selama lebih dari 15 menit. Akhirnya, Ketua Komisi III Benny K Harman memutuskan seperti kesepakatan awal. Rapat dilakukan secara terbuka, tetapi berkaitan dengan penyebutan nama, rapat tertutup untuk umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau