Dokter Syaraf Nunun Siap Dimintai Konfirmasi

Kompas.com - 08/04/2010, 12:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dr Andreas Harry, SpS (K) membantah tegas isu adanya rekayasa medis dalam hasil diagnosis penyakit Nunun Nurbaeti Daradjatun, saksi kunci kasus skandal suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004, Miranda Goeltom.

Ahli neurologi yang juga dokter keluarga mantan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Purn) Adang Daradjatun itu juga mengungkapkan, dirinya siap membuktikan dan mempertanggungjawabkan seluruh hasil diagnosis yang dikeluarkannya terkait penyakit amnesia Nunun di hadapan majelis hakim ataupun KPK.

"Saya siap kapan saja dimintai konfirmasi mengenai kesehatan Ibu Nunun yang selengkap-lengkapnya dari hakim ataupun KPK. Saya tidak takut karena semua hasil pemeriksaan medis yang saya sampaikan adalah faktanya. Saya bicara yang sesungguhnya, ada bukti ilmiah, ada riwayat pemeriksaan Ibu Nunun dari tahun 2006, bahkan ada hasil tes Dr Ne I Ping di Singapura," tandasnya saat ditemui di RS Gading Pluit, Jakarta, Rabu (7/4/2010) kemarin.

Akan tetapi, diakui Dr Andreas, hingga saat ini Majelis Hakim Pengadilan Tipikor ataupun KPK belum meminta keterangan apa pun kepadanya terkait kondisi kesehatan Nunun Nurbaeti. "KPK justru akan mengirim tim dokter pembanding kan untuk memeriksa Ibu Nunun," katanya.

Mengenai tim dokter pembanding yang akan dikirim KPK, Dr Andreas tak keberatan. "Hanya saja, dokter pembanding yang dipilih tentu saja harus lebih ahli dari yang ada, agar hasil diagnosanya pun benar dan obyektif. Harusnya sih diagnosanya sama dengan diagnosa saya karena tes dari dokter di Singapura pun sama, bahkan menegaskan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau