Lion dan Garuda Bersaing Angkut Penumpang Rute Internasional

Kompas.com - 08/04/2010, 15:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Persaingan antara Garuda Indonesia dan Lion Air tidak hanya terjadi dalam perebutan penumpang domestik. Hal ini karena keduanya juga masuk dalam kelompok tiga maskapai penerbangan yang paling banyak menerbangkan penumpang ke luar negeri.

Dari total 866.327 pax jumlah penumpang rute internasional, Garuda menerbangkan 34,1 persen di antaranya atau 295.565 pax. Adapun Lion memiliki pangsa pasar 14,2 persen dengan jumlah penumpang 123.170 pax.

"Tapi untuk penerbangan internasional, Garuda dan Lion tidak menjadi yang teratas. Karena AirAsia menerbangkan penumpang lebih banyak, 406.571 pax atau 46,9 persen," ujar Tri.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait berdalih, jumlah penumpang internasional di maskapainya tidak lebih tinggi dari AirAsia atau Garuda karena frekuensi penerbangan internasional Lion masih kalah banyak dibanding keduanya.

Untuk dapat meningkatkan jumlah penumpang, Lion berencana menambah frekuensi penerbangan internasionalnya. Salah satunya rute Jakarta-Singapura dari dua kali sehari akan ditambah menjadi empat kali sehari. Mulai Februari lalu, Lion juga sudah menambah frekuensi rute Jakarta-Jeddah dari dua kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Lion memprediksi bahwa jumlah penumpang domestik dan internasional Lion akan bertambah minimal 10 persen sepanjang Mei sampai Juli. (Gentur Putro Jati/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau