KPK Perlu Gelar Perkara Kasus Century

Kompas.com - 08/04/2010, 17:51 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi masih memerlukan lagi gelar perkara kasus pancairan dana talangan Bank Century secara internal meskipun sudah berkali-kali mengadakannya. Gelar perkara lagi untuk kepentingan penyelidikan ada atau tidaknya unsur-unsur tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Century itu bakal dilaksanakan pada minggu mendatang.

Demikian penjelasan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto seusai menjadi salah satu narasumber lokakarya Peran Pers dalam Pemberantasan Korupsi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/4/2010).

"Masalahnya, adakah kerugian negara atau tidak dalam kasus itu yang harus didukung dengan alat-alat bukti? Juga harus dibuktikan, adakah perbuatan melawan hukum dan menguntungkan suatu pihak dan pihak lainnya?" katanya.

Bibit mengakui, KPK sudah berkali-kali mengadakan gelar perkara secara internal mengenai kasus Bank Century itu. Tim telah dibentuk dan dibagi menjadi sembilan subtim yang beranggotakan 22 penyidik. Sudah banyak juga orang yang telah dipanggil dan diperiksa. Bahkan, KPK berencana memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Presiden Boediono terkait kasus itu.

Ditanya mengenai kesimpulan Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, kata Bibit, KPK melihat kesimpulan itu berisi banyak fakta hukum. "Misalnya ada keterangan saksi, rekaman, bahkan catatan. Fakta-fakta hukum itu yang kami tindak lanjuti," katanya.

Bibit mengaku bahwa ada semacam tekanan dari penguasa saat menangani kasus Bank Century. "Tekanan itu ada dan kalian sudah tahu," katanya.

Meski demikian, KPK yakin bahwa kasus Bank Century bisa diusut tuntas. KPK cukup yakin ada potensi kerugian keuangan negara dalam kasus itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau