Bank Dunia: Pertumbuhan Bisa 6 Persen Bila..

Kompas.com - 08/04/2010, 21:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Bank Dunia Shubham Chaudhuri memprediksi pertumbuhan ekonomi enam persen bisa dicapai dengan membuat iklim investasi yang nyaman untuk mendorong investasi.

"Saat ini situasi eksternal lebih terjaga, pembuat kebijakan domestik akan terus ditantang oleh kebutuhan untuk menyediakan iklim investasi yang lebih mendukung kepada investor," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/4/2010).
      
Shubham menjelaskan kondisi perekonomian di Indonesia pada saat sekarang ini yang ditandai dengan adanya perpindahan modal besar ke Indonesia, kejutan terhadap pemaparan berkelanjutan anggaran terhadap harga komoditas serta kekhawatiran perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China akan memiliki dampak yang signifikan bagi para produsen domestik.

Untuk itu, ia mengatakan, prospek Indonesia sejak Maret 2010 sedikit lebih lebih kuat dibandingkan dengan kondisi awal tahun, sejalan dengan meningkatkan kondisi ekonomi global yang mengurangi resiko-resiko pelemahan dan keterpurukan usaha reformasi untuk meningkatkan iklim dan efisiensi investasi.  "Momentum pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tumbuh lebih kuat menuju pertengahan tahun, (itu) merupakan tantangan besar," ujarnya.

Selain itu, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurut dia, rekan dagang utama diharapkan membantu meningkatkan dan mendorong ekspor serta meningkatkan permintaan domestik, terutama untuk investasi dan aktivitas proses ekspor lainnya.

Ia juga mengingatkan akan resiko yang mungkin dapat mengganggu pertumbuhan dalam jangka waktu dekat seperti adanya penghentian stimulus moneter fiskal global, permintaan ekonomi OECD yang lemah seiring ditanggapinya konsumen dan tingkat utang publik, serta reformasi ekonomi wilayah yang berkelanjutan sehingga pertumbuhan bergantung pada permintaan domestik.

"Untuk itu penggunaan sumber daya pemerintah yang terbatas secara efektif dapat menjamin bahwa seluruh masyarakat Indonesia merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan pendapatan, akses terhadap pelayanan pemerintah dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik," ujarnya.

Shubham juga memprediksi, menuju 2011, permintaan domestik yang solid dan pertukaran kurs yang stabil akan secara perlahan memperbaiki inflasi.  Untuk 2010, Bank dunia belum mengubah asumsi pertumbuhan ekonomi 5,6 persen dan kemungkinan mencapai angka 6,2 persen pada 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau