Wanita 26 tahun Tewas di Kamar Mandi Hotel

Kompas.com - 08/04/2010, 21:47 WIB

 TANGERANG, KOMPAS.com - Lina (26), warga Pluit Murni 2 Nomor 7 RT 2/7, Kelurahan Pluit, Kecamatan Pencaringan, Jakarta Utara, ditemukan tewas di dalam kamar mandi Hotel Mardeka Utama di Jalan Raya Mardeka RT 1/7, Kelurahan Paburaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (7/4/2010) malam.

Diduga, wanita ini dibunuh teman kencan sendiri karena lelaki yang sebelumnya bersama Lina menghinap di kamar nomor 143 sudah menghilang pascapenemuan jenazah tersebut.

Sarjadi (44), petugas Hotel Mardeka Utama yang menjadi saksi mata mengatakan, korban datang ke hotel Selasa (6/4/2010) malam sekitar pukul 23.00. Ia ditemani seorang lelaki dengan menggunakan sepeda motor B 6104 SSB. "Saat memesan kamar itu atas nama Lina sendiri," kata Sarjadi kepada petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Beberapa jam setelah memesan kamar, kata Sarjadi, lelaki teman kencan korban menghampiri Sarjadi dan menanyakan tempat stasion pengisian bahan umum (SPBU) atau pom bensin. Tidak lama berselang, sekitar pukul 02.30 dini hari lelaki teman kencan korban keluar dari hotel. Selanjutnya, lelaki itu kembali lagi ke hotel Rabu (7/4/2010) siang.

Setelah itu, kata Sarjadi, ia tidak lagi memperhatikan aktivitas lelaki tersebut karena mengurusi tamu yang lain.

Sekitar pukul 18.30, Sarjadi menghampiri kamar 143 untuk menanyakan apakah penghuni kamar itu akan memperpanjang masa sewa kamar. Ia mulai curiga karena setelah pintu diketuk berulang kali, tidak ada jawaban dari kamar.

Merasa curiga karena pintu dalam terkunci, Sarjadi akhir mendobrak pintu masuk dengan secara paksa. Setelah terbuka, keadaan kamar berantakan.  Sarjadi bertambah kaget karena ia melihat korban keadaan tidak bernyawa dalam kamar mandi dengan luka lebam akibat hantaman benda tumpul di sukur tubuhnya.

Atas temuan itu, Sarjadi langsung melaporkan apa yang dilihatnya ke Polsek setempat dan dilanjutkan ke Polres Metro Tangerang Kota.

Petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Guna penyelidikan lebih lanjut, korban dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, untuk divisum. Sementara lelaki teman kencan korban menghilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau