Kamboja Izinkan Orang Asing Beli Properti

Kompas.com - 08/04/2010, 23:16 WIB

KOMPAS.com - Orang asing bakal diperbolehkan membeli real estate di Kamboja asal bukan membeli tanah, setelah negara ini memberlakukan aturan baru yang disetujui parlemen.
Aturan Kepemilikan Properti oleh Orang Asing disetujui oleh sebagian besar anggota parlemen Kamboja dan bertujuan untuk mentransformasi pasar real estate.

Saat ini dibutuhkan persetujuan Senat dan setelah itu persetujuan akhir Raja Norodom Sihamoni sebelum aturan ini berlaku formal.  
 
Sebelum hukum ini berlaku penuh, orang asing tidak dapat memiliki tanah ataupun properti atas nama mereka, dan mereka harus melakukan deal dengan orang Kamboja. Meningkatnya permintaan dari investor asing yang bergerak di bidang properti, aturan baru ini diharapkan dapat merevolusi sektor real estate di Kamboja.
 
"Hal ini meningkatkan kepercayaan diri dalam pasar," kata Daniel Parkes, Country Manager CBRE Richard Ellis - Kamboja, sebuah agen properti global. Daniel menambahkan, kebijakan baru ini akan memacu minat asing.   
 
"Enam bulan ke depan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian. Properti di Kamboja relatif lebih menarik investor asing dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam," tambahnya.  
 
Aturan baru ini memberi orang asing hak untuk membeli real estate setidaknya satu lantai mengingat kepemilikan tanah masih dilarang. Pembelian properti dalam jarak 20 mil dari perbatasan Kamboja juga dilarang dengan alasan keamanan nasional.  
 
Larangan lainnya termasuk pembatasan terhadap kepemilikan asing atas lebih dari satu gedung hingga 49 persen. Mereka yang membeli properti untuk mendirikan perusahaan dengan nama Kamboja dalam dua tahun ke depan memindahkan properti ke dalam nama sendiri.   

Im Chun Lim, Menteri Pengelolaan Tanah Kamboja mengatakan, adopsi hukum ini akan membantu memberi daya tarik bagi orang asing dan memperkuat ekonomi Kamboja. "Aturan baru ini akan mempromosikan sektor investasi dan mendorong pembangunan apartemen mewah," katanya.
 
Perekonomian Kamboja saat ini tergantung pada pertanian dan sektor pariwisata, namun investor asing akan membantu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, dengan memajukan pasar real estate. (Sumber: propertywire.com)
 
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau