KOMPAS.com - Orang asing bakal diperbolehkan membeli real estate di Kamboja asal bukan membeli tanah, setelah negara ini memberlakukan aturan baru yang disetujui parlemen.
Aturan Kepemilikan Properti oleh Orang Asing disetujui oleh sebagian besar anggota parlemen Kamboja dan bertujuan untuk mentransformasi pasar real estate.
Saat ini dibutuhkan persetujuan Senat dan setelah itu persetujuan akhir Raja Norodom Sihamoni sebelum aturan ini berlaku formal.
Sebelum hukum ini berlaku penuh, orang asing tidak dapat memiliki tanah ataupun properti atas nama mereka, dan mereka harus melakukan deal dengan orang Kamboja. Meningkatnya permintaan dari investor asing yang bergerak di bidang properti, aturan baru ini diharapkan dapat merevolusi sektor real estate di Kamboja.
"Hal ini meningkatkan kepercayaan diri dalam pasar," kata Daniel Parkes, Country Manager CBRE Richard Ellis - Kamboja, sebuah agen properti global. Daniel menambahkan, kebijakan baru ini akan memacu minat asing.
"Enam bulan ke depan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian. Properti di Kamboja relatif lebih menarik investor asing dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam," tambahnya.
Aturan baru ini memberi orang asing hak untuk membeli real estate setidaknya satu lantai mengingat kepemilikan tanah masih dilarang. Pembelian properti dalam jarak 20 mil dari perbatasan Kamboja juga dilarang dengan alasan keamanan nasional.
Larangan lainnya termasuk pembatasan terhadap kepemilikan asing atas lebih dari satu gedung hingga 49 persen. Mereka yang membeli properti untuk mendirikan perusahaan dengan nama Kamboja dalam dua tahun ke depan memindahkan properti ke dalam nama sendiri.
Im Chun Lim, Menteri Pengelolaan Tanah Kamboja mengatakan, adopsi hukum ini akan membantu memberi daya tarik bagi orang asing dan memperkuat ekonomi Kamboja. "Aturan baru ini akan mempromosikan sektor investasi dan mendorong pembangunan apartemen mewah," katanya.
Perekonomian Kamboja saat ini tergantung pada pertanian dan sektor pariwisata, namun investor asing akan membantu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, dengan memajukan pasar real estate. (Sumber: propertywire.com)