Diancam Diboikot, Menkeu Bersikukuh Sambangi DPR

Kompas.com - 09/04/2010, 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski pernah diancam akan diboikot oleh DPR dalam setiap rapat-rapat pembahasan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bakal menghadiri rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010 dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jumat (9/4/2010) ini. Rencananya, rapat ini akan digelar pukul 14.00 dan dihadiri oleh Menkeu serta jajaran Kementerian Keuangan.

"Kami siang hari ini akan bertemu dengan DPR Banggar membahas RAPBN-P 2010," kata Menkeu di sela-sela jumpa pers, di kantornya, Jakarta, hari ini.

Dalam RAPBN-P 2010 ini, sejumlah asumsi makro akan mengalami perubahan dibandingkan APBN 2010. RAPBN-P 2010 ini diajukan sebagai salah satu respons pemerintah atas perubahan kondisi ekonomi baik internal maupun eksternal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi wacana boikot, beberapa waktu lalu Menkeu meminta kepada para legislator untuk tidak mencampuradukkan hasil sidang paripurna Angket Century dengan rencana penyerahan draf RAPBN-P 2010.

Sekadar mengingatkan, para anggota DPR mewacanakan pemboikotan Menkeu dalam setiap pembahasan rapat-rapat di DPR. Pemboikotan ini merupakan buntut dari kekecewaan DPR atas surat rekomendasi Pansus Century yang dikirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang belum ditanggapi. Dalam rekomendasi tersebut disertakan usulan tentang penonaktifan Sri Mulyani sebagai Menkeu.

Menkeu berharap agar para wakil partai politik yang duduk di DPR tidak melakukan pemboikotan dengan tidak menyetujui RAPBN-P 2010 yang akan diajukan pemerintah. Menurutnya, apabila DPR tidak menyetujui RAPBN-P, sejumlah program pemerintah akan terganggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau