JAKARTA, KOMPAS.com — Meski pernah diancam akan diboikot oleh DPR dalam setiap rapat-rapat pembahasan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bakal menghadiri rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010 dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jumat (9/4/2010) ini. Rencananya, rapat ini akan digelar pukul 14.00 dan dihadiri oleh Menkeu serta jajaran Kementerian Keuangan.
"Kami siang hari ini akan bertemu dengan DPR Banggar membahas RAPBN-P 2010," kata Menkeu di sela-sela jumpa pers, di kantornya, Jakarta, hari ini.
Dalam RAPBN-P 2010 ini, sejumlah asumsi makro akan mengalami perubahan dibandingkan APBN 2010. RAPBN-P 2010 ini diajukan sebagai salah satu respons pemerintah atas perubahan kondisi ekonomi baik internal maupun eksternal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi wacana boikot, beberapa waktu lalu Menkeu meminta kepada para legislator untuk tidak mencampuradukkan hasil sidang paripurna Angket Century dengan rencana penyerahan draf RAPBN-P 2010.
Sekadar mengingatkan, para anggota DPR mewacanakan pemboikotan Menkeu dalam setiap pembahasan rapat-rapat di DPR. Pemboikotan ini merupakan buntut dari kekecewaan DPR atas surat rekomendasi Pansus Century yang dikirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang belum ditanggapi. Dalam rekomendasi tersebut disertakan usulan tentang penonaktifan Sri Mulyani sebagai Menkeu.
Menkeu berharap agar para wakil partai politik yang duduk di DPR tidak melakukan pemboikotan dengan tidak menyetujui RAPBN-P 2010 yang akan diajukan pemerintah. Menurutnya, apabila DPR tidak menyetujui RAPBN-P, sejumlah program pemerintah akan terganggu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang