Bahasyim Dikenal Warga Tapos sebagai Juragan Tanah

Kompas.com - 09/04/2010, 14:30 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Bahasyim Assifie dikenal oleh warga Tapos sebagai juragan tanah. Pejabat eselon II yang dicurigai terlibat dalam kasus makelar pajak ini diketahui memiliki berhektar-hektar tanah di Kampung Kebayunan, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok.

"Wah kalau soal tanah ya bisa dibilang luas banget. Kalau istilahnya, dia itu juragan atau tuan tanahnya. Dia punya banyak biyong di sini. Biyong itu istilah kampung sini buat menyebut makelar tanah yang ngurusin jual-beli tanah," kata salah seorang warga Kampung Kebayunan yang menolak namanya disebutkan, Jumat (9/4/2010).

Menurut warga, Bahasyim Assifie memiliki setidaknya lima lokasi tanah di Kampung Kebayunan, Tapos. Lokasi tanah utama yang juga menjadi tempat kediaman Bahasyim memiliki luas sekitar 10 hektar. "Di sini ada sekitar lima lokasi tanahnya Pak Bahasyim. Posisinya agak mencar-mencar, terpisah. Total ada-lah semuanya sekitar 50 hektar," terangnya.

Ia mengatakan, harga tanah di sekitar kampung Kebayunan berkisar Rp 1 juta per meter. Jika luas tanah milik Bahasyim sekitar 50 hektar, maka total nilai aset tanah Bahasyim, jika dikalkulasikan, bisa mencapai Rp 500 miliar.

Ketua RT setempat, Jumadi, mengatakan bahwa Bahasyim memang kerap membeli tanah milik warga penduduk asli Kampung Kebayunan. "Dia, kalau beli tanah, ya, tidak melibatkan kami, orang RT. Dia langsung urus sendiri pembeliannya. Saya juga enggak banyak tahu persis ada berapa luas lokasinya," ujar Jumadi.

Ia mengatakan, Bahasyim kerap membeli tanah tanpa melalui notaris dan melalui RT. "Jadi, yang dibayarin tanahnya cuma tanda tangan di blangko saja. Makanya, mungkin kalau surat tanahnya dicek, mungkin masih atas nama warga-warga sini," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau