Selain Jual-Beli Tanah, Bahasyim Juga Usaha Perikanan

Kompas.com - 09/04/2010, 17:43 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Bahasyim Assifie diketahui memiliki puluhan hektar aset tanah di Kampung Kebayunan, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. Di kediamannya tersebut, pejabat eselon II Ditjen Pajak ini juga memiliki usaha di bidang perikanan dengan jual-beli ikan di bawah payung perusahaan bernama PT Tridarma Perkasa.

Perusahaan tersebut terletak satu area dengan rumah milik Bahasyim di Kampung Kebayunan seluas 10 hektar. "Dia punya usaha jualan ikan-ikan laut. Pangkalannya ya ada di dalam areal rumahnya itu. Banyak mobil boks bawa ikan yang keluar-masuk," kata warga tetangga Bahasyim di Kampung Kebayunan, Jumat (9/4/2010).

Perusahaan milik Bahasyim itu memang terletak di dalam kediamannya. Bahasyim memiliki puluhan karyawan dalam usaha perikanan itu. Bahkan, di dalam area tersebut juga terdapat sebuah mes untuk tempat tinggal para karyawannya.

Meski demikian, warga tidak banyak tahu persis kegiatan usaha milik Bahasyim tersebut.  Karyawannya kebanyakan berasal dari orang luar Kampung Kebayunan. "Ya kami juga enggak pernah diajak bertamu atau masuk ke rumahnya. Kami cuma dikasih tahu kalau dia ada usaha begitu," kata dia.

Sebelumnya, usaha perikanan milik Bahasyim ini telah diakui John K Aziz saat melakukan klarifikasi ke Polda Metro Jaya. Ia menjelaskan, dana senilai Rp 64 miliar milik Bahasyim merupakan hasil dari usaha perikanan dan jual-beli tanah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau