Paskah Suzetta Bantah Tarik Bahasyim ke Bappenas

Kompas.com - 09/04/2010, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, balik menuding Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang justru diduga kuat mengetahui soal pengangkatan Bahasyim Assifie sebagai pegawai Eselon II di Kementerian PPN/Bappenas.

"Yang meloloskan (Bahasyim ke Bappenas) adalah Departemen Keuangan (sekarang Kementerian Keuangan) sendiri waktu itu, harusnya dari sana kita diberi tahu tentang orang ini. Kalau dia tidak baik, saya tidak akan izinkan, itu namanya membuang sampah ke kami," kata Paskah kepada Persda Network, Jumat (9/4/2010).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantornya tadi siang mengatakan, Bahasyim pindah dari Ditjen Pajak Kementerian Keuangan ke Kementerian PPN/Bappenas atas permintaan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas waktu itu, Paskah Suzetta.

"Atas permintaan Pak Paskah (Paskah Suzetta), serta ternyata perpindahan yang bersangkutan kurang mengikuti prosedur biasa," kata Sri Mulyani. Mantan Pegawai Ditjen Pajak Bahasyim Assifie disebut memiliki uang Rp 64 miliar direkeningnya.

Bahasyim pernah bekerja di Ditjen Pajak selama 34 tahun dengan pangkat terakhir golongan IVC. Pada Mei 2008, Bahasyim bertugas di Bappenas. Saat itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas masih dijabat Paskah Suzetta.

Pada periode yang sama, Menteri Keuangan juga dijabat Sri Mulyani. Namun Bahasyim mundur awal bulan dari Bappenas tanpa alasan jelas.  "Nah, soal kebijakan itu selengkapnya tanya ke Sesmen Bappenas, Pak Syarial," kata Paskah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau