Proyek migas

Putusan Donggi-Senoro Mundur

Kompas.com - 10/04/2010, 04:22 WIB

Palu, Kompas - Wakil Presiden Boediono mengakui, keputusan pengembangan blok minyak dan gas Donggi-Senoro di Sulawesi Tengah memang mundur dari jadwal yang ditetapkan semula tanggal 31 Maret 2010.

Alasannya, pemerintah masih mengkaji secara intensif blok tersebut. Ini terutama dalam menghitung hasil migas untuk kepentingan domestik dan ekspor.

Wapres menyampaikan hal itu saat berdialog dengan pimpinan daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, Kamis (8/4) malam di Palu. Boediono didampingi tujuh menteri kabinet dan satu wakil menteri serta deputi dan staf Wapres.

Sudah sekitar dua tahun proyek Donggi-Senoro terkatung- katung sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi semua pihak yang terlibat.

”Blok itu masih dikaji untuk kebaikan kita semua. Memang ada berbagai kebutuhan akan gas alam. Namun, memang masih dikaji secara intensif dan secara mendalam agar Sulteng tidak mengalami kerugian dari keputusan tersebut,” ujar Boediono.

Menurut Wapres, pemerintah akan mengusahakan lebih cepat keputusannya karena masalah gas kini memang menjadi masalah nasional. Terutama, akibat kurangnya pasokan gas sehingga ada perusahaan yang mengeluh.

Sementara itu, VP Relation PT Medco EP Indonesia Aditya Mandala menjelaskan, setiap kelambatan proses persetujuan ekspor proyek Donggi-Senoro, selain berdampak pada pembatalan proyek tersebut, juga akan menghilangkan kesempatan negara dan daerah menerima pendapatan dari migas. (har)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau