Palu, Kompas
Alasannya, pemerintah masih mengkaji secara intensif blok tersebut. Ini terutama dalam menghitung hasil migas untuk kepentingan domestik dan ekspor.
Wapres menyampaikan hal itu saat berdialog dengan pimpinan daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, Kamis (8/4) malam di Palu. Boediono didampingi tujuh menteri kabinet dan satu wakil menteri serta deputi dan staf Wapres.
Sudah sekitar dua tahun proyek Donggi-Senoro terkatung- katung sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi semua pihak yang terlibat.
”Blok itu masih dikaji untuk kebaikan kita semua. Memang ada berbagai kebutuhan akan gas alam. Namun, memang masih dikaji secara intensif dan secara mendalam agar Sulteng tidak mengalami kerugian dari keputusan tersebut,” ujar Boediono.
Menurut Wapres, pemerintah akan mengusahakan lebih cepat keputusannya karena masalah gas kini memang menjadi masalah nasional. Terutama, akibat kurangnya pasokan gas sehingga ada perusahaan yang mengeluh.
Sementara itu, VP Relation PT Medco EP Indonesia Aditya Mandala menjelaskan, setiap kelambatan proses persetujuan ekspor proyek Donggi-Senoro, selain berdampak pada pembatalan proyek tersebut, juga akan menghilangkan kesempatan negara dan daerah menerima pendapatan dari migas.