Berantas Mafia Hukum, Satgas Tebang Matang

Kompas.com - 10/04/2010, 12:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam upaya melakukan pemberantasan mafia hukum, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indayana mengakui, pihaknya pilih-pilih. Dia mengatakan, Satgas akan memprioritaskan penanganan kasus mafia hukum yang tergolong tingkat tinggi. 

"Tidak mungkin kalau tidak tebang matang. Kasus mana yang jadi titik picu menjadi fokus Satgas," kata Denny di sela-sela diskusi mingguan "Mimpi Berantas Korupsi", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (10/4/2010).

Alasannya, kata Denny, kapasitas Satgas yang hanya beranggotakan enam orang sangat terbatas. Saat ini, Satgas menerima laporan hampir 600 kasus mafia peradilan dan diyakini akan bertambah.

"Satgas dengan hanya enam orang dan masa kerja dua tahun. Pengaduan sudah hampir 600 (kasus), kapasitas kita tidak mencukupi. Satgas tidak bisa menyentuh semua kasus," papar Denny.

Dia memaparkan, ada sembilan wilayah mafia hukum yang menjadi fokus Satgas, yakni mafia peradilan, mafia korupsi, mafia pajak dan bea cukai, mafia kehutanan, mafia tambang dan energi, mafia narkoba, mafia tanah, mafia perbankan dan pasar modal, serta mafia perikanan.

"Sembilan tadi wilayah mafia hukum yang jadi fokus Satgas, dengan bantuan aparat penegak hukum yang lain," cetus dia.

Sosiolog dari Universitas Indonesia Tamrin Amal Tomagola mengakui hal senada. Menurutnya, untuk memberantas mafia hukum, perlu menyentuh titik-titik yang tepat. "Seperti akupuntur, ada titik-titik yang mana harus ditusuk," tandas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau