Slawi, Kompas - Sejumlah ruas jalur pantai utara Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang, rusak. Pantauan pada Jumat (9/4), terlihat jalan berlubang, aspal mengelupas, dan lipatan atau gundukan aspal. Diameter lubang jalan bervariasi, antara lima sentimeter hingga satu meter.
Kerusakan tersebut membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Selain itu, kerusakan jalan juga memperlama waktu perjalanan serta berpotensi mengakibatkan kendaraan mudah rusak.
Kerusakan jalan di Kabupaten Pemalang, seperti terlihat di jalur lingkar selatan Pemalang, sedangkan kerusakan jalan di Kabupaten Tegal terlihat hampir merata, mulai wilayah Kecamatan Surodadi hingga Kramat saat memasuki Kota Tegal.
Sementara kerusakan di Kota Tegal terlihat di Jalan Martoloyo, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Gajah Mada. Kerusakan jalan di Brebes antara lain terlihat di Kecamatan Tanjung, Losari, dan di sekitar jembatan Pemali.
Rasmin (38), tukang tambal ban di Jalan Raya Munjung Agung, Kabupaten Tegal, menuturkan, setiap musim penghujan, jalan pantura selalu rusak. Kondisi tersebut sangat membahayakan para pengendara sepeda motor yang melintas. Menurut Rasmin, hampir setiap pekan terjadi kecelakaan sepeda motor di wilayah tersebut.
Warno (38), pengendara sepeda motor, bercerita, pernah ia sendirian naik sepeda motor saat hujan. Tiba-tiba, sepeda motornya terantuk lubang sehingga ia pun ambruk. Warno yang jatuh terpental mengalami luka di tangan kanan. "Periksa habis Rp 300.000," kata Warno.
Sumali (50), sopir truk asal Mojokerto, Jawa Timur, yang ditemui di ruas jalur pantura Kecamatan Kramat, mengatakan, kerusakan jalan mengakibatkan keterlambatan pengiriman barang. Biasanya perjalanan dari Surabaya ke Tegal ditempuh hanya dalam waktu tiga hari, termasuk waktu bongkar. Namun saat ini, akibat jalanan rusak, waktunya bisa mencapai empat hingga lima hari.
Akibatnya, biaya makan yang harus ditanggung sopir bertambah. "Kalau jalan rusak, ban juga mudah meletus dan per putus," kata Sumali.
Heru (30), sopir asal Mojokerto, berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut secara permanen. Perbaikan yang hanya bersifat tambal sulam tidak efektif karena jalan akan mudah rusak kembali. (WIE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang