Infrastruktur

Sejumlah Ruas Pantura Rusak

Kompas.com - 10/04/2010, 15:51 WIB

Slawi, Kompas - Sejumlah ruas jalur pantai utara Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang, rusak. Pantauan pada Jumat (9/4), terlihat jalan berlubang, aspal mengelupas, dan lipatan atau gundukan aspal. Diameter lubang jalan bervariasi, antara lima sentimeter hingga satu meter.

Kerusakan tersebut membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Selain itu, kerusakan jalan juga memperlama waktu perjalanan serta berpotensi mengakibatkan kendaraan mudah rusak.

Kerusakan jalan di Kabupaten Pemalang, seperti terlihat di jalur lingkar selatan Pemalang, sedangkan kerusakan jalan di Kabupaten Tegal terlihat hampir merata, mulai wilayah Kecamatan Surodadi hingga Kramat saat memasuki Kota Tegal.

Sementara kerusakan di Kota Tegal terlihat di Jalan Martoloyo, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Gajah Mada. Kerusakan jalan di Brebes antara lain terlihat di Kecamatan Tanjung, Losari, dan di sekitar jembatan Pemali.

Rasmin (38), tukang tambal ban di Jalan Raya Munjung Agung, Kabupaten Tegal, menuturkan, setiap musim penghujan, jalan pantura selalu rusak. Kondisi tersebut sangat membahayakan para pengendara sepeda motor yang melintas. Menurut Rasmin, hampir setiap pekan terjadi kecelakaan sepeda motor di wilayah tersebut.

Warno (38), pengendara sepeda motor, bercerita, pernah ia sendirian naik sepeda motor saat hujan. Tiba-tiba, sepeda motornya terantuk lubang sehingga ia pun ambruk. Warno yang jatuh terpental mengalami luka di tangan kanan. "Periksa habis Rp 300.000," kata Warno.

Sumali (50), sopir truk asal Mojokerto, Jawa Timur, yang ditemui di ruas jalur pantura Kecamatan Kramat, mengatakan, kerusakan jalan mengakibatkan keterlambatan pengiriman barang. Biasanya perjalanan dari Surabaya ke Tegal ditempuh hanya dalam waktu tiga hari, termasuk waktu bongkar. Namun saat ini, akibat jalanan rusak, waktunya bisa mencapai empat hingga lima hari.

Akibatnya, biaya makan yang harus ditanggung sopir bertambah. "Kalau jalan rusak, ban juga mudah meletus dan per putus," kata Sumali.

Heru (30), sopir asal Mojokerto, berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut secara permanen. Perbaikan yang hanya bersifat tambal sulam tidak efektif karena jalan akan mudah rusak kembali. (WIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau