JAKARTA, Kompas.com - Tantangan guna menunjukkan bukti dirinya bisa menjadi suksesor Chris John di jagad tinju, kini siap dihadapai Daud "Cino" Yordan. Cino pun bersiap untuk bertempur maksimal menghadapi petinju asal Panama, Celestino Caballero.
Mereka berdua naik ring untuk memperebutkan gelar kelas bulu versi WBO, di BankAtlantic Center, Sunrise, Florida, Amerika Serikat, Minggu (11/4/2010) pagi WIB.
Daud mengaku sudah mempersiapkan diri secara matang agar penampilan ketiganya di ring tinju Amerika Serikat berjalan mulus. Setelah berstatus no contest pada pertarungan terakhir melawan Robert Guererro, petinju berusia 23 tahun tersebut mengaku lebih banyak belajar. Kini, dirinya siap mematahkan perlawanan Caballero, baik dengan kemenangan KO/TKO maupun angka mutlak selama 12 ronde.
"Bagi dia inilah bukti pihak promotor (Golden Boy Promotions) tak salah mengikat dirinya untuk bertarung di atas ting tinju dunia. Saya pikir Caballero memang lawan tangguh meski usianya 10 tahun lebih tua dari Daud.
"Kami harus melihat kelemahan, karena tipikal Caballero sangat sulit ditebak, bisa ortodoks, namun mendadak berubah jadi petarung yang mau jual beli pukulan," terang Damianus Yordan, sang kakak yang juga pelatih Daud Yordan, di www.fightnews.com.
Situasi terakhir itulah, jual beli pukulan, yang menjadi titik perhatian kubu petinju Merah Putih tersebut. Daud sendiri mengaku malah senang jika sang lawan memutuskan untuk menggunakan strategi adu pukul. Jika itu terjadi, faktor kelincahan menjadi kemenangan Daud, karena postur yang lebih pendek membuat petinju asal Ketapang tersebut bisa berkelit dan lebih banyak melancarkan pukulan.
"Saya juga sangat senang dengan adu pukul serta permainan rapat, kini yang terpenting adalah menyiapkan fisik dan mental, karena Caballero pasti masih punya kekuatan tersimpan. Dia petinju dengan pukulan yang cepat, dan sudah tentu banyak menyimpan kejutan," imbuh Daud.
Daud memang harus ekstra waspada. Secara fisik, Caballero yang memiliki rekor bertanding 33 menang (23 KO) dan 2 kali kalah punya keunggulan postur fisik, 180 cm dengan jangkauan pukulan 183 cm. "Si Pelenchín", julukan Caballero, dipastikan memainkan kombinasi, mengingat kondisi fisik yang tak seprima dulu.
Apalagi catatan perjalanan Caballero cukup membuat lawan merinding. Perjalanan tinju Caballero di level internasiona mulai dijajaki lewat perebutan gelar juara dunia interim versi WBA, dengan hasil menang angka mutlak atas Yober Ortega. Selanjutnya mengalahkan Roberto Bonila, merenggut juara dunia usai menaklukkan petinju Thailand, Somsak Sithchatchawal.
Caballero telah mempertahankan gelarnya sebanyak 8 kali. Caballero juga berhasil merebut gelar IBF untuk kelas yang sama dengan mengalahkan Steve Molitor. Namun, gelar Caballero akhirnya dicopot setelah tidak bersedia melakoni duel wajib lawan Takalani Ndlovu pada 5 Februari lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang