"Cino" dan Caballero Siap Jual-Beli Pukulan

Kompas.com - 10/04/2010, 22:21 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tantangan guna menunjukkan bukti dirinya bisa menjadi suksesor Chris John di jagad tinju, kini siap dihadapai Daud "Cino" Yordan. Cino pun bersiap untuk bertempur maksimal menghadapi petinju asal Panama, Celestino Caballero.

Mereka berdua naik ring untuk memperebutkan gelar kelas bulu versi WBO, di BankAtlantic Center, Sunrise, Florida, Amerika Serikat, Minggu (11/4/2010) pagi WIB.

Daud mengaku sudah mempersiapkan diri secara matang agar penampilan ketiganya di ring tinju Amerika Serikat berjalan mulus. Setelah berstatus no contest pada pertarungan terakhir melawan Robert Guererro, petinju berusia 23 tahun tersebut mengaku lebih banyak belajar. Kini, dirinya siap mematahkan perlawanan Caballero, baik dengan kemenangan KO/TKO maupun angka mutlak selama 12 ronde.

"Bagi dia inilah bukti pihak promotor (Golden Boy Promotions) tak salah mengikat dirinya untuk bertarung di atas ting tinju dunia. Saya pikir Caballero memang lawan tangguh meski usianya 10 tahun lebih tua dari Daud.

"Kami harus melihat kelemahan, karena tipikal Caballero sangat sulit ditebak, bisa ortodoks, namun mendadak berubah jadi petarung yang mau jual beli pukulan," terang Damianus Yordan, sang kakak yang juga pelatih Daud Yordan, di www.fightnews.com.

Situasi terakhir itulah, jual beli pukulan, yang menjadi titik perhatian kubu petinju Merah Putih tersebut. Daud sendiri mengaku malah senang jika sang lawan memutuskan untuk menggunakan strategi adu pukul. Jika itu terjadi, faktor kelincahan menjadi kemenangan Daud, karena postur yang lebih pendek membuat petinju asal Ketapang tersebut bisa berkelit dan lebih banyak melancarkan pukulan.

"Saya juga sangat senang dengan adu pukul serta permainan rapat, kini yang terpenting adalah menyiapkan fisik dan mental, karena Caballero pasti masih punya kekuatan tersimpan. Dia petinju dengan pukulan yang cepat, dan sudah tentu banyak menyimpan kejutan," imbuh Daud.

Daud memang harus ekstra waspada. Secara fisik, Caballero yang memiliki rekor bertanding 33 menang (23 KO) dan 2 kali kalah punya keunggulan postur fisik, 180 cm dengan jangkauan pukulan 183 cm. "Si Pelenchín", julukan Caballero, dipastikan memainkan kombinasi, mengingat kondisi fisik yang tak seprima dulu.

Apalagi catatan perjalanan Caballero cukup membuat lawan merinding. Perjalanan tinju Caballero di level internasiona mulai dijajaki lewat perebutan gelar juara dunia interim versi WBA, dengan hasil menang angka mutlak atas Yober Ortega. Selanjutnya mengalahkan Roberto Bonila, merenggut juara dunia usai menaklukkan petinju Thailand, Somsak Sithchatchawal.

Caballero telah mempertahankan gelarnya sebanyak 8 kali. Caballero juga berhasil merebut gelar IBF untuk kelas yang sama dengan mengalahkan Steve Molitor. Namun, gelar Caballero akhirnya dicopot setelah tidak bersedia melakoni duel wajib lawan Takalani Ndlovu pada 5 Februari lalu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau