Dua Polisi Ditemukan Tewas

Kompas.com - 11/04/2010, 03:32 WIB

Purworejo, Kompas - Dua anggota Kepolisian Resor Purworejo, Jawa Tengah, ditemukan tewas di pos tempat mereka bertugas di Pos Polisi Kentengrejo, Jalan Raya Daendels, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Sabtu (10/4) pukul 09.00. Kedua polisi itu adalah Briptu Iwan Eko Nugroho dan Bripka Wagino.

Sampai dengan Sabtu malam belum diketahui secara jelas kronologis peristiwa dan penyebab kematian dua polisi tersebut. Jenazah dua korban tersebut langsung dikirim ke Semarang untuk diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Hingga pukul 22.30, belum ada penjelasan dari pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo yang ditemui seusai pertandingan sepak bola antara Persijap Jepara dan Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, semalam, tidak mau memberikan komentar soal itu.

Sementara itu, di kamar mayat RS Bhayangkara Semarang, sejumlah wartawan yang menunggu penjelasan dari Polda Jateng sempat melihat dua jenazah anggota kepolisian yang telah dimasukkan ke dalam peti mati.

Menurut informasi dari salah satu petugas di kamar mayat, jenazah korban telah selesai diotopsi, Sabtu petang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Purworejo Ajun Komisaris Suliyanto belum bersedia memberikan keterangan. ”Saya masih berada di Semarang untuk keperluan otopsi korban,” ujarnya, Sabtu petang.

Briptu Iwan adalah warga Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, dan Bripka Wagino adalah warga Ambal, Kabupaten Kebumen. Keduanya melaksanakan tugas piket di Pos Polisi Kentengrejo sejak Jumat (9/4) malam. Sedianya mereka akan digantikan oleh anggota lain, Sabtu.

Kematian dua polisi ini diketahui pertama kali oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Purwodadi ketika sedang melakukan patroli dan mampir di pos tersebut.

Saat melakukan evakuasi jenazah, polisi memasang garis polisi pada jarak tiga meter dari Pos Polisi Kentengrejo. Selain melihat jenazah, sejumlah warga sekitar mengatakan sempat melihat polisi membawa keluar sebuah senjata laras panjang dan mengamankan sepeda motor.

Suara tembakan

Sekretaris Desa Kentengrejo Subagyo mengatakan, pihaknya tidak tahu secara jelas kronologi kejadian tersebut. ”Ada beberapa warga mengatakan sempat mendengar suara tembakan. Namun, lebih jelasnya, saya tidak tahu-menahu,” ujarnya.

Pos Polisi Kentengrejo berada di dekat areal persawahan dan berjarak sekitar 500 meter dari permukiman terdekat. Lokasi pos polisi tersebut berada di jalan yang merupakan jalur alternatif (jalur selatan-selatan). Jalan ini ramai hanya pada saat Lebaran.(EGI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau