CIREBON, KOMPAS.com — Ribuan nelayan Cirebon, Jawa Barat, khususnya di daerah Bondet, Kecamatan Gunung Jati, merayakan pesta laut atau yang disebut dengan nadran. Mereka berharap nadran akan memberi berkah yang melimpah bagi kehidupan nelayan selama setahun ke depan.
Sejak Minggu (11/4/2010) pagi, nelayan telah bersiap menggelar pesta laut. Ada yang datang subuh meski acara baru digelar pukul 09.00. "Saya sengaja datang karena kata adik saya ada pesta laut di Bondet," ujar Herman, warga Gebang, Cirebon, yang datang sehari sebelumnya dengan memakai perahu.
Ratusan perahu yang telah mereka hias dengan makanan, hasil bumi, kertas hias, serta pakaian dan kain batik nan meriah bersandar di sepanjang Sungai Bondet. Perahu-perahu itu mereka dandani sejak hari Sabtu (10/4/2010). Tak ketinggalan, atribut partai, produk obat, produk rokok, sampai otomotif juga menjadi umbul-umbul yang mereka kibarkan di atas perahu.
Bagi nelayan, nadran adalah bentuk ekspresi ungkapan sujud syukur atas rezeki yang diterima, serta doa harapan agar nelayan tetap dilindungi selama mencari ikan di laut.
Nadran sendiri berasal dari kata nazar yang berarti doa. Puncak ritual dilakukan dengan melarung sesajen (lereng sajen) yang berisi kepala kerbau (mahesa). Kepala mahesa diletakkan di atas replika perahu kemudian dibuang ke laut. Saat dibuang, sejumlah nelayan berlomba mengambil kain atau sesajen yang ikut dilarung. Mereka percaya, kain pembungkus yang dibuang adalah benda suci sehingga akan memberi berkah jika kain itu disematkan pada perahunya.
Diperkirakan, ada 2.000 perahu dan 4.000 nelayan yang ikut pesta laut ini. Bupati Cirebon Dedi Supardi mengatakan, nadran diharapkan memberikan berkah kepada nelayan dan bentuk ucapan terima kasih. Nadran adalah tradisi nelayan yang juga perlu dilestarikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang