Rizal Ramli: Kasus Pajak, Pengalihan Isu yang Kena Muka Sendiri

Kompas.com - 11/04/2010, 14:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli menuding kasus makelar pajak yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan adalah sebuah pengalihan isu dari skandal Bank Century. Namun upaya itu gagal karena malah justru membongkar aib adanya makelar kasus di institusi pajak maupun penegak hukum.

"Kasus Gayus (makelar pajak) ini awalnya pengalihan isu tapi ada kesalahan sehingga malah gemercik kena muka sendiri," kata Rizal saat ditemui di sela-sela peluncuran buku Skandal Gila Bank Century karya Bambang Soesatyo di Doekoen Coffe, Jakarta, Minggu ( 11/4/2010 ).

Ia menyebutkan, berkembangnya kasus di Ditjen Pajak yang diawali kasus Gayus Tambunan hingga ke pejabat eselon II Bahasyim Assifie adalah hasil dari kegagalan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan.

Dua kasus pegawai pajak itu, kata dia, hanya merupakan contoh kecil dari rusaknya sistem pengawasan di Kementerian Keuangan. Masih ada kasus besar lainnya, kata Rizal, yang hanya tinggal menunggu waktu untuk terbongkar.

"Kasus Gayus ini terkait permainan di Kementerian Keuangan. Sebentar lagi akan ada 'big fish'. Akan ada kasus besar di depan presiden," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau