India Menentang Saksi Baru Nuklir Iran

Kompas.com - 11/04/2010, 16:42 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - India memperjelas penentangannya terhadap sanksi baru atas Iran terkait dengan program nuklirnya yang kontroversial.

Menurut India, sanksi baru yang sedang diupayakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tidak akan menyelesaikan masalah.

Sikap India itu muncul pada saat AS mengumpulkan dukungan untuk menerapkan sanksi baru atas Iran.

Pada saat yang sama India menginginkan Iran bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk meyakinkan dunia bahwa negara itu tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.

"Kami tak yakin bahwa sanksi-sanksi merupakan satu jawaban. Kami kira sanksi tak akan memecahkan masalah," kata sumber-sumber India.

AS akan mengadakan pembicaraan dengan para anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk mencari dukungan bagi resolusi baru bagi Iran.

India menentang sanksi-sanksi baru terhadap Iran karena negara itu merasa bahwa hanya warga biasa yang akan terkena dampaknya.

Sumber-sumber itu mengatakan, cara terbaik bagi Iran untuk meyakinkan dunia adalah hanya bekerja sama dengan IAEA.

India selalu menyatakan bahwa kontroversi di seputar program nuklir Iran hendaknya dibicarakan dalam forum IAEA daripada DK PBB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau