AS Hentikan Pengiriman Pasukan di Kirgistan

Kompas.com - 11/04/2010, 17:54 WIB

ATA BEIIT,KOMPAS.com - AS menghentikan pengiriman pasukannya yang akan bertugas ke Afghanistan dari pangkalan udaranya di Kirgistan karena alasan keamanan menyusul krisis politik di negara Asia Tengah itu.

Nasib pangkalan udara Manas yang kerap digunakan AS dalam mendukung misi perangnya di Afghanistan itu tidak menentu sejak tergulingnya pemerintahan Presiden Kurmanbek Bakiyev.

Seorang utusan Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) mengatakan, pemerintah baru sementara Kirgistan telah berunding dengan Bakiyev untuk mencari cara mengakhiri krisis politik.

Bakiyev sendiri telah dibawa ke suatu tempat di kawasan yang menjadi basis kuatnya di bagian selatan Kirgistan. Dia pun telah menawarkan perundingan kepada para penguasa baru negara itu.

Belum diketahui bagaimana perundingan itu akan dilaksanakan. Tidak juga jelas apakah perundingan tersebut tidak sekadar membahas masa hengkangnya Bakiyev dari kursi kepresidenan.

Dalam hal ini, pemerintah sementara Kirgistan hanya mengatakan bahwa pihaknya akan berbicara dengan Bakiyev.

Menanggapi keinginan pemerintah sementara itu, Bakiyev mengatakan kepada Majalah Newsweek Rusia bahwa dia siap mundur.

"Ya saya siap jika mereka ingin saya mundur. Tapi saya belum tahu apa balasan yang saya akan dapatkan. Karena itulah, kami harus bertemu dan bicara," katanya seperti dikutip Kantor Berita Interfax.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa rencana aksinya adalah menjaga stabilitas setidaknya di wilayah selatan Kirgistan.

"Saya akan melakukan apa saja untuk menghindari pecahnya perang saudara ...," katanya.

Sementara itu, Roza Otunbayeva, pemimpin oposisi yang kini memimpin pemerintahan sementara Kirgistan, mengatakan, ia sudah menawarkan Bakiyev pelarian aman ke luar negeri jika bersedia mundur.

Utusan OSCE Zhanybek Karibzhanov mengatakan, ia belum bisa mengatakan apa-apa berkaitan dengan hasil pembicaraan tapi yang terpenting adalah prosesnya sudah mulai berjalan.

Sekitar 10 ribu warga Kirgistan yang berkabung berkumpul di sebuah pekuburan di pinggiran Bishkek untuk memperingati 78 warga yang tewas dalam insiden penembakan pasukan yang setia pada Bakiyev terhadap para demonstran, Rabu lalu.

Warga yang memadati kompleks pemakaman yang dibangun untuk memperingati para korban pembantaian Josef Stalin tahun 1930-an itu mengusung peti-peti jenazah yang dibalut bendera Kirgistan dan mengapit foto-foto korban.

Lalu para keluarga korban menurunkan jenazah-jenazah saudara mereka itu ke 16 liang lahat yang telah disiapkan sambil memanjatkan doa.

"Mereka yang tewas 7 April lalu adalah pahlawan Kirgistan," teriak Kepala Pemerintahan Sementara Kirgistan, Otunbayeva, kepada para warga yang hadir.

Di tengah kisruh politik Kirgistan itu, komandan pusat militer AS mengatakan, semua penerbangan berawak personil militer dari pangkalan udara Manas dihentikan dan penerbangan kargo tidak dijamin karena alasan keamanan.

Para pejabat Pentagon mengatakan pangkalan udara Manas penting bagi AS dalam mendukung misinya di Afghanistan.

Sepanjang Maret, setidaknya 50 ribu tentara AS diterbangkan ke Afghanistan lewat pangkalan udara ini.

Kirgistan terletak di Asia Tengah berpenduduk sekitar 5,3 juta jiwa. Sepertiga dari penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau