Satu Buron Teroris Terluka saat Ditangkap

Kompas.com - 11/04/2010, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu dari enam tersangka teroris yang berhasil diringkus polisi di Medan mengalami luka-luka. Mereka diketahui sebagai kelompok teroris jaringan di Aceh.

"Satu orang tangannya bekas luka tembak yang sebelah kiri. Dengan dasar itu polisi curiga kalau mereka teroris," ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Oegroseno menjawab alasan keyakinan polisi bahwa yang mereka tangkap teroris, saat dihubungi, Minggu (11/4/2010).

Hasil pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri terhadap keenamnya menguatkan keyakinan Oegro itu. "Menurut informasi, mereka sudah pernah dihukum. Mereka sudah teridentifikasi sekarang," timpalnya. "Mereka juga mengaku sudah sebagai jaringan teroris di Aceh," katanya lagi.

Keenamnya, kini telah dipindahkan penahanannya di Polda Sumatera Utara setelah sebelumnya diamankan di Polsek Medan. "Nanti ditangani oleh Densus. Mereka merupakan jaringan kejahatan yang sudah sangat serius, ditangani densus nanti," tukasnya.

Polda Sumatera Utara dan Densus sendiri, dikatakan Oegro telah menyita mobil yang digunakan keenam teroris masuk ke Medan. "Ada juga peta Medan dan Sumatera dan dokumen," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau