Misbakhun Tersangka, Andi Arif Siap Bersaksi

Kompas.com - 11/04/2010, 23:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Andi Arif, Staf Kepresidenan Bidang Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial mengaku siap menjadi saksi dan memberikan kesaksian terkait telah ditetapkannya Komisaris PT Selalang Prima Internusa Muhammad Misbakhun sebagai tersangka dalam kasus L/C fiktif.

"Saya bersiap jadi saksi, lagipula semua warga negara berhak jadi saksi," kata Andi Arif, Minggu (11/4/2010), di Jakarta.

Sebelumnya, Andi Arif mengaku belum mengetahui penetapan Misbakhun sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia mengatakan baru mengetahui perkembangan kasus ini melalui media. "Masalah apakah penetapan sebagai tersangka ini sudah tepat atau belum, saya kira ini ranah dan kewenangan polisi," katanya.

Andi mengatakan, untuk menjadi saksi, ia sudah menyiapkan berbagai dokumen yang akan diserahkan ke polisi sebagai bukti-bukti tambahan. "Saya sudah siapkan semua (dokumen dan bukti) selama 3-4 bulan belakangan ini," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Andi Arif melaporkan Misbakhun ke Polri dengan dugaan kepemilikan L/C bodong. Misbakhun pun pernah membantah tudingan itu dan melaporkan balik Andi Arif atas perbuatan pencemaran nama baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau