Bahaya Alkohol

Kompas.com - 12/04/2010, 06:42 WIB

Adik saya laki-laki berumur 25 tahun tinggal bersama saya, suami saya, dan anak saya yang berumur 3 tahun. Adik saya pintar dan menjadi harapan keluarga. Dia memilih kuliah di teknik arsitektur. Adik saya tampaknya akan menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Namun, ada hal yang mengkhawatirkan saya, yaitu dia mulai minum alkohol.

Dia memang belakangan ini sudah punya uang sendiri karena membantu proyek temannya sehingga dia mampu pergi ke kelab malam dan kemudian minum alkohol. Kebiasaan minumnya sudah berlebihan. Hampir setiap hari dia minum, ini tercium dari bau mulutnya jika saya ajak bicara. Adakalanya saya agak sukar bicara dengan dia karena dia kelihatan mabuk.

Suami saya mulai mengeluhkan perilaku adik saya. Suami saya takut anak kami yang sedang tumbuh akan terpengaruh. Adik saya sebenarnya tak pernah berbuat yang tak baik kepada kami sekeluarga, dia tak pernah mencuri atau membohongi kami. Jika minum di rumah, dia akan minum di kamar tidurnya. Jika minum di luar rumah, dia biasanya minum bersama kawan-kawannya. Tugas fakultas yang menjadi syarat kelulusannya tampaknya terbengkalai. Jika saya tanyakan, dia selalu menjawab sibuk dalam proyek temannya padahal saya lihat dia punya cukup waktu luang.

Ada hal lain yang mengkhawatirkan saya adalah setiap hari dia mengendarai motor. Kendaraan tersebut merupakan pilihan untuk menghemat biaya transportasi. Saya amat khawatir dia akan mengalami kecelakaan karena pengaruh alkohol.

Pertanyaan saya, apakah kecanduan alkohol sudah sering dijumpai di negeri kita. Apa yang harus saya lakukan karena saya tak ingin mengambil keputusan yang merugikan masa depan adik saya. Apalagi dia selangkah lagi akan tamat kuliahnya. Apakah bahaya alkohol bagi kesehatan dan di mana saya dapat meminta pertolongan untuk menghentikan kebiasaan minum alkohol adik saya? Terima kasih dokter.

Jawab

Kebiasaan minum alkohol cukup meluas di negeri kita. Kebiasaan ini memang banyak dijumpai di kota besar, tetapi dalam kunjungan saya ke daerah cukup banyak remaja di pedesaan yang sudah menggunakan alkohol. Belakangan ini media juga memberitakan kematian remaja akibat penggunaan alkohol dengan cara meracik sendiri atau menambahnya dengan campuran lain. Jadi, kita harus peduli pada masalah alkohol ini sebelum masalah ini menjadi masalah besar.

Alkohol dapat mengganggu kesehatan apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Salah satu dampak yang harus diketahui adalah alkohol dapat mengganggu hati dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan sirosis hati. Di negeri kita, sirosis hati biasanya terjadi akibat infeksi hepatitis virus B atau hepatitis virus C. Namun, di luar negeri, sirosis hati sering disebabkan oleh kebiasaan minum alkohol yang berkepanjangan.

Kebiasaan alkohol pada perempuan juga akan berpengaruh pada kehamilan. Anak yang lahir dari ibu peminum alkohol dapat mengalami berat badan rendah, kelainan kongenital seperti otak yang mengecil, kelainan jantung, dan gangguan tidur. Bahkan, pengaruh alkohol yang kuat dapat menyebabkan bayi meninggal atau cacat mental. Selain berdampak pada hati dan sistem reproduksi, alkohol juga dapat menimbulkan pengaruh buruk pada jantung, otak, dan lambung.

Aspek psikis

Alkohol juga berpengaruh pada aspek psikis. Konsentrasi belajar atau bekerja menurun dan pola hubungan sosial juga akan terganggu. Peminum alkohol akan cenderung berkumpul dengan sesama peminum dan dia mudah untuk juga menggunakan narkotik. Jangan dilupakan sebagian kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh penggunaan alkohol pengemudi.

Kepedulian Anda terhadap adik Anda amat beralasan. Pendekatan yang Anda lakukan dengan tetap menyayangi adik Anda adalah amat tepat. Anda tentu kecewa terhadap perilakunya, tetapi Anda perlu menyadari dia dalam keadaan sakit dan memerlukan pertolongan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan membawanya berkonsultasi ke dokter (sebaiknya psikiater). Dokter dapat menilai apakah kebiasaan minum alkohol adik Anda masih ringan atau sudah berat. Dokter juga dapat merencanakan intervensi yang tepat bagi adik Anda, baik itu berupa obat atau intervensi psikiatri.

Di masyarakat juga ada lembaga swadaya masyarakat yang menolong orang yang kecanduan alkohol. Salah satu di antaranya Alcohol Anonymous. Lembaga ini dapat membantu pengguna alkohol mengurangi sampai menghentikan kebiasaan minum alkohol.

Salah satu cara melindungi anak Anda dari kebiasaan yang memengaruhi kesehatan adalah dengan mengajaknya berbicara sehingga dia mampu membedakan kebiasaan yang baik dan buruk untuk kesehatan. Kebiasaan mencuci tangan harus dilatih sejak kecil begitu pula membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan lain dapat dibicarakan dan dilatih sesuai dengan perkembangan anak.

Saya amat berharap Anda dan keluarga dapat membantu adik Anda. Semoga dia akan dapat melepaskan kebiasaan minum alkoholnya dan sudah tentu saya juga berharap dia dapat menyelesaikan studinya.

Dr Samsuridjal Djauzi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau