JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Riset Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, jika pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen akan menaikkan inflasi 0,36 persen dari perkiraan semula. "Ketika kenaikan tarif ini diterapkan secara proporsional dapat mempengaruhi inflasi naik 0,36 persen," kata Perry.
Namun, lanjutnya, jika kenaikan dilakukan secara progresif, (kenaikan inflasi) lebih rendah. Menurut dia, hal ini disebabkan oleh proporsi pengguna listrik yang sangat tak merata.
Perry menyebutkan, pengguna listrik di atas 2.200 mega Watt, hanya sekitar 5 persen pelanggan PLN, sementara sisanya pengguna listrik dengan daya terpasang kurang dari 2.200 mega Wattt.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang